“Yang kita jalankan sampai saat ini selalu kita inginkan di atas meja. Meja peradilan, meja mediasi, semuanya di atas meja. Tidak pernah kami melakukan hal-hal yang bersifat premanisme,” tegasnya.
Sengketa Diminta Tak Ganggu Proses Belajar
Ilham memastikan yayasan tetap memilih jalur hukum dan komunikasi dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Ia mengatakan pihaknya telah membuat sejumlah laporan dan menempuh proses hukum terkait polemik yang terjadi.
Namun, ia menegaskan fokus utama yayasan saat ini adalah memastikan siswa tetap dapat mengikuti kegiatan pendidikan dengan aman dan nyaman.
“Perhatian kami adalah perlindungan terhadap anak-anak,” ujarnya.
Terkait isu migrasi siswa, Ilham kembali menegaskan bahwa hingga konferensi pers berlangsung, pihak yayasan belum memperoleh informasi resmi mengenai adanya perpindahan siswa secara massal.
Baca Juga: KDM Menuju 2029: Tak Perlu Melawan Prabowo, Menunggu Estafet Bisa Jadi Jalan Terbaik
Ia menyebut kekhawatiran sebagian orang tua lebih berkaitan dengan keberlangsungan pendidikan anak dan lingkungan pergaulan yang selama ini sudah mereka jalani.
“Kalau saya langsung ngobrol sama wali murid, mungkin dia juga dapat informasi. Dia cuma khawatir anaknya diikut. Karena circle itu kan sudah enak,” katanya.
Polemik antara pihak-pihak yang berkepentingan tersebut kini masih menjadi perhatian publik. Di tengah proses hukum dan perdebatan mengenai legalitas pengelolaan pendidikan serta aset, kepastian mengenai keberlangsungan pembelajaran dan perlindungan siswa menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian semua pihak.
(***)