Baca Juga: KDM Menuju 2029: Tak Perlu Melawan Prabowo, Menunggu Estafet Bisa Jadi Jalan Terbaik
Abu yang menempel di lingkungan rumah, termasuk pada atap, halaman, dan saluran air, perlu dibersihkan secara berkala dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kondisi lingkungan.
Dinkes juga mengingatkan warga tidak membakar sampah atau bahan lain yang dapat memperburuk kualitas udara.
Abu Vulkanik Bisa Ganggu Pernapasan hingga Mata
Paparan abu vulkanik perlu diwaspadai karena partikelnya dapat masuk ke saluran pernapasan. Dinkes Tangsel meminta masyarakat segera mengurangi paparan apabila mulai mengalami keluhan kesehatan.
Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain batuk, sesak napas atau gangguan pernapasan, mata merah, perih dan berair, serta iritasi kulit berupa gatal atau kemerahan.
Baca Juga: KADIN Tangsel–PLN UP3 Serpong Perkuat Kolaborasi, Peluang Investasi SPKLU Jadi Sorotan
Masyarakat yang mengalami keluhan tersebut diminta memeriksakan diri ke UPTD Puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Terlebih jika keluhan tidak kunjung membaik, semakin berat, atau disertai kesulitan bernapas.
Warga Diminta Waspada Saat Berkendara
Dinkes Tangsel juga mengingatkan masyarakat yang harus melakukan perjalanan untuk berhati-hati saat berkendara.
Sebaran abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan berpotensi mengganggu kenyamanan maupun keselamatan pengguna jalan.
Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih untuk membantu menjaga kondisi tubuh serta mengikuti perkembangan situasi melalui informasi resmi pemerintah dan instansi terkait.
Baca Juga: KADIN Tangsel Buka Peluang S1 dan Magang ke Taiwan, 87 Peserta Ikuti Sosialisasi
Imbauan kewaspadaan tersebut menjadi penting karena dampak erupsi Anak Krakatau tidak hanya berkaitan dengan kawasan sekitar gunung. Sebaran material vulkanik dapat dipengaruhi arah dan kecepatan angin.