Baca Juga: DPR Kunci Tenggat RUU Perampasan Aset: 15 Desember 2026 Jadi Batas Pengesahan
Mahasiswa Magang hingga Dua Tahun
Wakil Ketua Umum KADIN Tangerang Selatan yang juga VP HIKARI, Safrinal Epy Dachlan, menjelaskan alasan pihaknya mendorong program pemagangan bagi mahasiswa.
Menurut Safrinal, pengalaman magang di luar negeri dapat memberikan nilai tambah ketika peserta menyelesaikan pendidikan dan memasuki dunia kerja.
Ia mengatakan, salah satu keunggulan program Taiwan adalah penggunaan bahasa Inggris dalam proses seleksi dan penempatan. Peserta yang belum memiliki kemampuan memadai akan mendapatkan pelatihan untuk menghadapi proses wawancara.
"Mana yang berminat kita latih, mungkin dua-tiga bulan untuk menghadapi interview," ujarnya.
Safrinal juga membandingkan durasi pemagangan di Taiwan dengan sejumlah negara lain. Menurut dia, kesempatan magang di Taiwan dapat berlangsung hingga dua tahun, sehingga mahasiswa memiliki waktu lebih panjang untuk mendapatkan pengalaman kerja internasional.
Baca Juga: CKG Tangsel Tembus 48 Persen, Pemkot Kejar Cakupan Lebih Luas untuk Deteksi Dini Penyakit
Ia mendorong perguruan tinggi untuk membuka model pembelajaran yang fleksibel, termasuk kemungkinan penerapan pembelajaran hybrid, sehingga mahasiswa tetap dapat menyelesaikan kewajiban akademiknya selama mengikuti program magang.
Taiwan Buka Peluang bagi Tenaga Muda Indonesia
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan penjelasan langsung dari perwakilan mitra di Taiwan melalui sambungan daring.
Perwakilan tersebut menyampaikan bahwa Taiwan memiliki kebutuhan tenaga kerja pada sejumlah sektor industri. Peluang tersebut dinilai dapat dimanfaatkan mahasiswa Indonesia melalui jalur pemagangan yang terintegrasi dengan pendidikan.
Bidang pekerjaan yang ditawarkan antara lain sektor produksi dan pengemasan dengan penempatan yang disesuaikan dengan ketentuan serta aspek keselamatan kerja.
Baca Juga: Bedah Rumah Tangsel 2026 Tuntas, 329 Hunian Tak Layak Disulap Jadi Lebih Aman