Baca Juga: Aliansi Tangerang Raya Akan Laporkan Kasus Korupsi Jalan Ciater Raya ke Kejati Banten
Langkah konkret bisa dimulai dengan membangun sistem rekrutmen yang inklusif, pelatihan anti-bias bagi pimpinan, hingga menciptakan mekanisme evaluasi yang transparan terkait kesetaraan di tempat kerja.
Pemerintah dan lembaga pengawas juga memiliki peran penting untuk mendorong akuntabilitas, misalnya melalui kewajiban pelaporan data keberagaman secara terbuka.
Sementara itu, masyarakat – terutama generasi muda dan konsumen kritis – perlu terus menuntut keaslian dan integritas dari setiap klaim keberagaman yang disuarakan.
Pada akhirnya, keberagaman sejati bukanlah soal citra, melainkan keberanian untuk membuka ruang bagi semua suara.
Indonesia, dengan kekayaan budayanya, semestinya mampu menjadi contoh praktik inklusif yang autentik – bukan sekadar cerita indah dalam iklan atau laporan tahunan. (***)