Serpong, bidiktangsel.com - Warga di sekitar Kali Rawa Buntu, Serpong, dibuat heboh dengan fenomena tidak biasa pada Sabtu (4/10/2025), ketika aliran air kali tersebut tiba-tiba berubah warna menjadi merah.
Kejadian ini viral di berbagai platform media sosial dan memicu kekhawatiran adanya pencemaran lingkungan di wilayah tersebut.
Menindaklanjuti laporan warga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Baca Juga: Di Tengah Guyuran Hujan, Gubernur Banten Andra Soni Beri Pesan Menyentuh ke Peserta Kemah Kebangsaan
Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Pengawasan DLH Tangsel, Carsono, mengatakan pihaknya telah mengambil sampel air pada Senin (6/10/2025) guna dilakukan uji laboratorium untuk memastikan penyebab perubahan warna air tersebut.
“Kami datang bersama tim dari laboratorium untuk mengambil sampel. Namun saat diambil, warna merah itu sudah tidak muncul lagi. Jadi, kami belum bisa mendefinisikan secara ilmiah penyebabnya,” jelas Carsono di lokasi pengambilan sampel.
Carsono menyebut, berdasarkan penelusuran sementara dan keterangan warga, indikasi pencemaran dari industri tekstil tidak ditemukan karena di area hulu tidak terdapat pabrik tekstil.
Baca Juga: Aliansi Tangerang Raya Akan Laporkan Kasus Korupsi Jalan Ciater Raya ke Kejati Banten
Namun, pihaknya menemukan adanya aktivitas ternak ikan koi dan perumahan di sekitar aliran sungai yang kemungkinan menjadi salah satu sumber limbah, meskipun belum dapat dipastikan secara pasti.
“Sumber keluarnya air berwarna merah ini dari gorong-gorong, sehingga sulit mendeteksi asal muasalnya apakah dari hulu, tandon, atau perumahan. Dari pengecekan ke tandon dan perumahan sejauh ini tidak ditemukan sumber warna tersebut,” ujar Carsono.
Fenomena air memerah itu sendiri hanya berlangsung sesaat dan tidak lagi terlihat saat tim DLH tiba di lokasi.
Menurut Carsono, peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya pada 2019, tepatnya di Kali Jaletreng, akibat kebocoran zat kaporit yang menyebabkan ikan mati massal.
Namun, di Kali Rawa Buntu kali ini tidak ditemukan indikasi kematian ikan secara masif.