Masyarakat Butuh Dibekali Ketahanan Informasi
Selain ASN, masyarakat umum juga diimbau untuk lebih kritis dalam menghadapi informasi yang tersebar di berbagai platform digital.
Benyamin menyoroti pentingnya membentuk masyarakat yang tangguh secara digital, yakni mereka yang mampu memfilter informasi secara mandiri.
“Pendidikan literasi digital itu perlu ditanamkan sejak dini, baik melalui pendidikan formal maupun melalui media sosial,” ujarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pemkot Tangsel telah menggandeng komunitas literasi, jurnalis, hingga influencer lokal untuk melakukan kampanye cek fakta, termasuk mendorong penggunaan situs-situs resmi seperti kominfo.go.id, turnbackhoax.id, dan fitur pelaporan hoaks di media sosial.
Kolaborasi dan Keteladanan Jadi Kunci
Menurut pengamat komunikasi digital dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Siti Nurhayati, langkah Pemkot Tangsel perlu mendapat dukungan luas agar gerakan anti-hoaks tidak berhenti sebagai wacana.
Ia menilai, ASN dan tokoh masyarakat perlu menjadi teladan dalam bersikap bijak dan bertanggung jawab di ruang digital.
“Jika ASN bisa menjadi role model dalam bermedia sosial, masyarakat akan lebih percaya dan ikut dalam ekosistem digital yang sehat,” jelas Siti.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini membawa pesan yang lebih relevan dari sebelumnya.
Baca Juga: Desa Sindanglaya Jadi Proyek Percontohan Program Radenmas 2045: Menata Desa Menuju Indonesia Emas
Di tengah tantangan informasi yang tidak selalu dapat dipercaya, menghayati nilai-nilai luhur Pancasila dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan beretika.