Warga Ciputat Diduga Jadi Korban Teror Premanisme hingga Enam Kali, Polisi Bungkam

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Jumat, 30 Mei 2025 | 12:49 WIB

Ciputat, bidiktangsel.com — Seorang warga di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, mengaku menjadi korban dugaan teror yang dilakukan oleh oknum preman hingga enam kali berturut-turut.

Ironisnya, hingga kini belum ada tindakan tegas dari pihak kepolisian, meskipun laporan telah dibuat sejak tahun 2023.

Warga yang meminta identitasnya disamarkan demi keamanan, mengungkapkan bahwa teror terakhir terjadi baru-baru ini dan diduga melibatkan sosok bernama R alias Gdg, yang disebut sebagai Ketua Ormas. 

Baca Juga: Korban Mafia Tanah Minta Perlindungan Hukum dari Polda Metro Jaya atas Aksi Premanisme Ormas

Aksi teror yang dimaksud termasuk pemutusan aliran listrik ke rumah korban dan penguasaan paksa atas pekarangan ruko yang masih dalam status sengketa.

“Saya sudah enam kali didatangi. Tiga kali pada 2023, dan tiga kali lagi sejak awal tahun ini. Mereka masuk ke pekarangan ruko saya tanpa izin, memutus listrik, dan kini saya beserta keluarga terlantar—tidak bisa masuk ke rumah sendiri,” ujarnya dengan nada kecewa.

Sengketa Hukum Belum Jelas, Premanisme Justru Meningkat

Permasalahan bermula dari status hukum sebuah ruko yang tengah dalam proses sengketa dan dikaitkan dengan risalah lelang nomor 3534/2021. 

Baca Juga: Menuju KLA Utama 2025, Tangsel Perkuat Layanan Perlindungan Anak dan Inovasi Ramah Anak

Menurut pengakuan korban, kasus ini telah dilaporkan ke Polres Tangerang Selatan dengan Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/918/IV/2024/SPKT/Polres Tangsel, namun belum ada tindak lanjut berarti dari aparat penegak hukum.

“Saya sudah buat LP sejak April 2024. Tapi sampai hari ini, Polres Tangsel belum memberikan keterangan apapun. Kami seperti dibiarkan menghadapi aksi premanisme ini sendirian,” keluh korban.

Lebih lanjut, korban meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Metro Jaya untuk turun tangan langsung menangani kasus ini. 

Baca Juga: Pihak Kantor Pos Diminta Segera Benahi Pagar, Cegah Penyalahgunaan Area di Sekitar Pasar Ciputat

Ia juga meminta agar Satgas Anti-Premanisme segera menindak pelaku teror, karena tindakan tersebut dianggap telah melampaui batas dan membahayakan keselamatan warga sipil.

“Saya mohon perlindungan hukum dari Bapak Kapolri dan Kapolda. Premanisme ini sudah keterlaluan. Rumah saya dikuasai, listrik diputus, dan saya diusir dari tempat tinggal saya sendiri oleh oknum Ormas,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X