Sanggar Kamang Wangko Woloan Perkuat Pelestarian Sastra Lokal, Cetak Penulis Muda Lewat Pelatihan Kreatif di Tomohon

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 21 Juli 2026 | 16:13 WIB
Kegiatan yang diprakarsai Sanggar Kamang Wangko Woloan dengan Armando Loho sebagai pelaksana
Kegiatan yang diprakarsai Sanggar Kamang Wangko Woloan dengan Armando Loho sebagai pelaksana

Baca Juga: Ribuan Warga Hadiri Istighosah Akbar JARI'98 di Tangsel, Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa

Sementara itu, Armando Loho mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk dukungan Sanggar Kamang Wangko Woloan terhadap program pelestarian bahasa dan sastra yang dijalankan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara.

"Kami sangat terbantu dengan adanya program dari Balai Bahasa. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan kami dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan sastra lokal," katanya.

Armando menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan pengembangan dari program pelestarian Tari Mahzani yang sebelumnya telah dilaksanakan sanggar. Pengalaman dari program terdahulu menjadi bekal untuk menghadirkan kegiatan yang lebih berkualitas dan berdampak luas terhadap pelestarian budaya.

Ia menegaskan, Sanggar Kamang Wangko Woloan berkomitmen terus menginisiasi berbagai program pelestarian budaya secara mandiri, meski di luar program bantuan pemerintah.

Baca Juga: Jelang Kejurda Kickboxing Banten 2026, Atlet Kickboxing Tangsel Matangkan Teknik Lewat Sparring Bersama Sapu Jagat Camp

"Kami ingin terus bergerak. Ke depan sudah disiapkan berbagai program pelestarian kebudayaan yang akan dijalankan secara mandiri sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian bahasa, sastra, dan budaya daerah," tegas Armando.

Pelatihan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang. Pelestari budaya sekaligus sastrawan Rikson Karundeng membawakan materi penulisan dongeng dan legenda, akademisi Institut Agama Kristen Negeri Manado Denni Pinontoan mengulas teknik penulisan cerpen, sedangkan Director Mawale Movement sekaligus sastrawan Greenhil Weol memberikan materi penulisan puisi.

Melalui kegiatan ini, Sanggar Kamang Wangko Woloan berharap lahir generasi penulis muda yang mampu menghasilkan karya sastra secara konsisten sekaligus memperkuat pelestarian bahasa, sastra, dan kebudayaan lokal sebagai bagian dari identitas Sulawesi Utara.

(***)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X