Iwan menegaskan bahwa pembiayaan pelatihan dari pemerintah dialokasikan melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan pos anggaran lain yang diatur secara ketat.
“Pelatihan dibiayai dari BOS—itu APBN, bukan beban sekolah. Negara menyalurkannya melalui berbagai pintu, termasuk BKP dan MPG. Uang negara tidak boleh main-main,” tegas Iwan.
Ia bahkan mencontohkan sejumlah penyalahgunaan dana BOS yang pernah terjadi, menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas.
Komitmen Pemerintah: Semua Guru Harus Naik Kompetensi
Iwan menyampaikan bahwa meski anggaran terbatas, komitmen pemerintah tetap sama: seluruh guru harus mendapatkan peningkatan kompetensi secara bertahap.
Direktorat Jenderal GTK disebut fokus pada pelatihan, termasuk skema Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang memakan anggaran besar.
“Kami ingin semua guru naik kompetensinya. PPG saja anggarannya berpuluh triliun. Itu untuk memastikan guru mendapatkan kompetensi yang layak,” katanya.
Evaluasi dan Program Lanjutan
Menutup penjelasannya, Iwan memastikan bahwa kritik dan masukan dari guru akan menjadi bagian dari evaluasi.
Baca Juga: Negara Terkepung Politik Post-Truth: Ancaman Baru atas Nalar Publik dan Legitimasi Demokrasi
Pemerintah, katanya, akan melanjutkan program pelatihan dengan skema pemerataan yang lebih baik di masa mendatang.
Peringatan Bulan Guru Nasional di SDN Rawabuntu 03 menjadi momentum refleksi tentang pentingnya peningkatan kualitas guru sebagai pondasi pendidikan nasional.
Meski tantangan anggaran dan kuota masih menjadi kendala, pendidik berharap program serupa dapat menjangkau lebih banyak guru di Tangerang Selatan dan seluruh Indonesia. (***)
Artikel Terkait
Penetapan 200 Peserta Muskot Dipertanyakan, Panitia: Semua Berdasar PO Pasal 9
Caretaker Kadin Tangsel Pastikan Muskot Transparan: Tempat Dipilih 3 Hari, Anggaran Tak Dipungut dari Kandidat
Kasus Pengadaan Google Cloud Jadi Babak Baru di Skandal Korupsi Kemendikbud Ristek era Nadiem Makarim
Pengesahan KUHAP oleh DPR Tuai Soratan, Bandingkan Syarat Penahanan Tersangka di Kebijakan Lama vs Baru
Jabarkan Permasalahan Polri di Depan DPR, Wakapolri Singgung soal Lemahnya Pengawasan Internal