TPA Cipeucang Overcapacity, Sampah Menumpuk di Pasar Cantik Ciputat: Solusi Mendesak dan Jangka Panjang Diperlukan

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Jumat, 16 Mei 2025 | 12:59 WIB
Kepala UPT TPA Cipeucang, Desna Gera Andika, mengungkapkan bahwa keterbatasan daya tampung TPA menjadi hambatan utama
Kepala UPT TPA Cipeucang, Desna Gera Andika, mengungkapkan bahwa keterbatasan daya tampung TPA menjadi hambatan utama

Baca Juga: Pandeglang Matangkan Persiapan Lomba Posyandu Nasional 2025, Bupati Dewi Setiani Tegaskan Komitmen Tangani Stunting

TPA Cipeucang: Berjuang di Tengah Keterbatasan

Meskipun dalam kondisi penuh, TPA Cipeucang belum ditutup dan tetap menjalankan operasional dengan sistem pengangkutan terbatas dan prioritas. 

Petugas lapangan diinstruksikan untuk melakukan pemilahan titik-titik strategis agar distribusi sampah tetap berjalan meski tidak maksimal.

“Overkapasitas bukan alasan untuk menghentikan pelayanan. Kami terus bergerak dan mencari solusi, baik jangka pendek maupun jangka panjang,” tegas Desna.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan Pimpin Kickoff Proyek Strategis PSEL Tangsel, Target Rampung 3,5 Tahun

Langkah Strategis: Kolaborasi Antarwilayah dan PSEL

Pemerintah Kota Tangsel tidak tinggal diam. Sebagai solusi jangka pendek, Pemkot tengah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah tetangga seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, hingga Pandeglang.

“Kabupaten Pandeglang sudah memberi lampu hijau. Mereka memiliki dua TPA, Cigelam dan Kapokol, yang sedang kami jajaki melalui PKS (Perjanjian Kerja Sama),” tambah Desna.

Di sisi lain, proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) mulai dirancang sebagai jawaban jangka panjang atas permasalahan sistemik pengelolaan sampah. 

Baca Juga: Sampah Menumpuk di Kali Angke Serpong: Wakil Wali Kota Pilar Saga Turun Tangan, Pemkot Tangsel Siapkan Langkah Permanen

Namun proyek ini membutuhkan waktu paling tidak dua hingga tiga tahun hingga dapat beroperasi secara optimal.

Krisis sampah di Tangsel, khususnya di Pasar Cantik Ciputat, adalah potret nyata dari perlunya pembaruan sistem tata kelola lingkungan perkotaan. 

Dibutuhkan sinergi antarlembaga, edukasi publik, dan percepatan implementasi teknologi pengelolaan sampah agar masalah ini tidak menjadi bencana ekologi yang lebih besar.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X