TPA Cipeucang Overcapacity, Sampah Menumpuk di Pasar Cantik Ciputat: Solusi Mendesak dan Jangka Panjang Diperlukan

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Jumat, 16 Mei 2025 | 12:59 WIB
Kepala UPT TPA Cipeucang, Desna Gera Andika, mengungkapkan bahwa keterbatasan daya tampung TPA menjadi hambatan utama
Kepala UPT TPA Cipeucang, Desna Gera Andika, mengungkapkan bahwa keterbatasan daya tampung TPA menjadi hambatan utama

Serpong, bidiktangsel.com — Penumpukan sampah yang mencemari lingkungan Pasar Cantik Ciputat bukan lagi sekadar masalah kebersihan, tetapi telah menjadi cerminan darurat tata kelola pengelolaan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). 

Dalam beberapa hari terakhir, kondisi pasar yang kumuh dan dikelilingi sampah memantik keluhan warga dan pedagang, serta ramai diperbincangkan di media sosial.

Baca Juga: Kegiatan Multi Lomba Tingkat Rayon 1 Pandeglang: Ajang Strategis Gali Potensi Siswa Pandeglang Lewat Seni, Sains, dan Agama

Masalah ini mengemuka di tengah fakta bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang kini dalam kondisi overcapacity

Kepala UPT TPA Cipeucang, Desna Gera Andika, mengungkapkan bahwa keterbatasan daya tampung TPA menjadi hambatan utama dalam pengangkutan sampah dari seluruh wilayah Tangsel, termasuk dari kawasan pasar.

“Dulu TPA masih longgar, sekarang hampir penuh. Kami harus atur distribusi agar pelayanan tetap berjalan, meski tidak bisa langsung dalam jumlah besar,” jelas Desna saat diwawancarai tim Bidiktangsel.com.

Baca Juga: Bupati Pandeglang Serahkan SK CPNS Formasi 2024: Dorong Inovasi dan Integritas ASN Muda

Krisis Sampah Pasca-Lebaran dan Dampak Langsung di Pasar Cantik

Penumpukan sampah di Pasar Cantik Ciputat disebut sudah terjadi selama lebih dari dua tahun, namun eskalasi krisis ini meningkat tajam pasca-Lebaran 2025. 

Volume sampah melonjak sementara distribusi ke TPA harus dijadwal ulang karena keterbatasan ruang.

Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi di pasar. Pedagang mengeluhkan bau menyengat dan berkurangnya jumlah pembeli. 

Baca Juga: FLS2N Pandeglang Tanamkan Nilai Perjuangan, Kreativitas, dan Cinta Budaya Sejak Dini

Warga sekitar pun khawatir akan potensi penyebaran penyakit akibat lalat dan limbah organik yang membusuk.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X