Serpong, bidiktangsel.com - Kawasan kuliner Cordoba yang terletak di Nusa Loka BSD City, Tangerang Selatan, menjadi sorotan publik setelah sejumlah pengunjung dan pemilik ruko mengeluhkan kondisi lingkungan yang dianggap kumuh, semrawut, dan minim penataan.
Namun sayangnya, para pengelola kawasan tersebut memilih bungkam saat dikonfirmasi oleh awak media.
Herman, yang diketahui menjabat sebagai ketua pengelola kawasan kuliner Cordoba, tidak memberikan tanggapan meski telah dihubungi melalui pesan WhatsApp, Jumat (11/4-2025).
Hal yang sama juga dilakukan oleh Dolog Pasaribu, salah satu pengelola lainnya, yang memilih untuk tidak memberikan komentar meski kabar keluhan warga sudah ramai diperbincangkan.
Sikap bungkam juga ditunjukkan oleh Wisnu, Ketua RW 07, yang enggan menjawab saat dimintai klarifikasi mengenai proses penempatan Herman sebagai ketua pengelola kawasan kuliner Cordoba.
Ketertutupan ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan pemilik kios yang merasa berhak mengetahui transparansi pengelolaan kawasan.
“Seharusnya mereka terbuka saja, supaya masyarakat tidak curiga atau berspekulasi. Kalau memang tidak ada yang disembunyikan, kenapa harus takut? Yang dibutuhkan itu penjelasan terbuka mengenai program kerja dan siapa yang menunjuk mereka sebagai pengelola. Apakah dari RW, BSD, atau Pemerintah Kota?” ujar salah satu pemilik kios yang meminta namanya dirahasiakan.
Lebih jauh, ia menyoroti tidak transparannya pengelolaan keuangan di kawasan tersebut.
Ia menegaskan bahwa kawasan kuliner Cordoba berdiri di atas lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum), yang berarti seharusnya dikelola untuk kepentingan bersama, bukan dikuasai oleh kelompok tertentu.
Baca Juga: Perlu Sinergi Kelola Sampah Berkelanjutan, Wabup Tangerang Dorong Kolaborasi Antar Pihak
“Kalau ini lahan publik, ya pengelolaannya harus terbuka. Jangan seperti dikuasai pribadi atau kelompok. Harus ada transparansi, apalagi soal keuangan,” tambahnya.
Senada dengan itu, seorang pemilik ruko lainnya juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi kawasan.
Artikel Terkait
Update Perang Dagang AS vs China: Australia Tolak Ajakan China untuk Hadapi Tarif Resiprokal Trump
Program Pemutihan PKB, Wagub Banten A. Dimyati Natakusumah: Membangun Karakter Masyarakat Taat Pajak
Dinas Cipta Karya Tangsel Tunjukkan Transparansi: Dinas Lain Dinilai Abai Keterbukaan Informasi Publik
Bupati Tangerang dan Kejaksaan RI Sosialisasikan Aplikasi Pengawasan Dana Desa, Dorong Transparansi dan Akuntabilitas
RSUD Balaraja Siap Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat