Pengelola Kawasan Kuliner Cordoba BSD Bungkam Terkait Keluhan Warga dan Pedagang

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Sabtu, 12 April 2025 | 10:18 WIB
Penampakan Deretan Ruko, Sepi dan banyak yang tutup.
Penampakan Deretan Ruko, Sepi dan banyak yang tutup.

Serpong, bidiktangsel.comKawasan kuliner Cordoba yang terletak di Nusa Loka BSD City, Tangerang Selatan, menjadi sorotan publik setelah sejumlah pengunjung dan pemilik ruko mengeluhkan kondisi lingkungan yang dianggap kumuh, semrawut, dan minim penataan.

Namun sayangnya, para pengelola kawasan tersebut memilih bungkam saat dikonfirmasi oleh awak media.

Herman, yang diketahui menjabat sebagai ketua pengelola kawasan kuliner Cordoba, tidak memberikan tanggapan meski telah dihubungi melalui pesan WhatsApp, Jumat (11/4-2025).

Baca Juga: Pemkab Tangerang Dorong Implementasi Program SELARAS, TPS3R Tanjung Burung Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah

Hal yang sama juga dilakukan oleh Dolog Pasaribu, salah satu pengelola lainnya, yang memilih untuk tidak memberikan komentar meski kabar keluhan warga sudah ramai diperbincangkan.

Sikap bungkam juga ditunjukkan oleh Wisnu, Ketua RW 07, yang enggan menjawab saat dimintai klarifikasi mengenai proses penempatan Herman sebagai ketua pengelola kawasan kuliner Cordoba.

Ketertutupan ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan pemilik kios yang merasa berhak mengetahui transparansi pengelolaan kawasan.

Baca Juga: Gubernur Banten Andra Soni Tegaskan Komitmen Tindaklanjuti Rekomendasi BPK RI demi Transparansi Keuangan Daerah

“Seharusnya mereka terbuka saja, supaya masyarakat tidak curiga atau berspekulasi. Kalau memang tidak ada yang disembunyikan, kenapa harus takut? Yang dibutuhkan itu penjelasan terbuka mengenai program kerja dan siapa yang menunjuk mereka sebagai pengelola. Apakah dari RW, BSD, atau Pemerintah Kota?” ujar salah satu pemilik kios yang meminta namanya dirahasiakan.

Lebih jauh, ia menyoroti tidak transparannya pengelolaan keuangan di kawasan tersebut.

Ia menegaskan bahwa kawasan kuliner Cordoba berdiri di atas lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum), yang berarti seharusnya dikelola untuk kepentingan bersama, bukan dikuasai oleh kelompok tertentu.

Baca Juga: Perlu Sinergi Kelola Sampah Berkelanjutan, Wabup Tangerang Dorong Kolaborasi Antar Pihak

“Kalau ini lahan publik, ya pengelolaannya harus terbuka. Jangan seperti dikuasai pribadi atau kelompok. Harus ada transparansi, apalagi soal keuangan,” tambahnya.

Senada dengan itu, seorang pemilik ruko lainnya juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi kawasan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X