Kota Serang – Kamis, 10 April 2025 — Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah meninjau langsung pelaksanaan hari pertama Program Penghapusan Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di kantor Samsat Pandeglang.
Dalam kunjungan tersebut, ia menyatakan bahwa tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan program ini menjadi indikasi positif menuju kemajuan Banten dan pembentukan karakter warga yang taat pajak.
“Intinya, saya I love you full untuk masyarakat yang antusias membayar pajak. Ini tandanya Banten akan maju,” ujar Dimyati dengan semangat.
Baca Juga: Update Perang Dagang AS vs China: Australia Tolak Ajakan China untuk Hadapi Tarif Resiprokal Trump
Program pemutihan pajak ini dirancang sebagai bentuk relaksasi bagi wajib pajak yang mengalami keterlambatan pembayaran, serta sebagai upaya peningkatan kepatuhan dan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor.
Dalam evaluasi awal pelaksanaan program, Wakil Gubernur menekankan enam poin penting yang harus diperhatikan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat:
Baca Juga: Penyanyi Legendaris Titiek Puspa Tutup Usia di 87 Tahun, Dunia Musik Indonesia Berduka
-
Pelayanan Prima dan Jemput Bola
Seluruh pegawai Samsat diminta memberikan pelayanan terbaik, termasuk dengan sistem jemput bola bagi warga lanjut usia atau mereka yang tidak memahami proses pembayaran pajak. -
Perbaikan Sistem Antrian
Dimyati meminta agar sistem antrian terus dievaluasi agar tidak terjadi hambatan dalam proses pelayanan. “Besok harus lebih lancar lagi,” tegasnya. -
Pemberian Reward kepada Wajib Pajak Tertib
Baca Juga: Bank Banten Terus Tumbuh Positif, Gubernur Andra Soni Optimistis Jadi BPD Tangguh Didukung Pemda
Ia mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten untuk mengapresiasi warga yang taat pajak melalui pemberian hadiah. Samsat Pandeglang diharapkan menjadi pelopor program ini. -
Kemudahan Balik Nama Kendaraan
Program ini juga memberikan kemudahan dalam proses balik nama kendaraan bermotor cukup dengan membawa KTP, STNK, dan BPKB. Namun, perlu diantisipasi kendaraan yang menjadi agunan pinjaman agar tidak menimbulkan masalah hukum. -
Bersih dari Praktik Percaloan
Dimyati menegaskan pentingnya pengawasan ketat untuk mencegah keberadaan calo di lingkungan Samsat, yang dapat memberatkan masyarakat dengan biaya tambahan tak resmi. -
Perhatian Terhadap Kesejahteraan Petugas
Kesehatan dan kesejahteraan petugas pelayanan juga menjadi perhatian penting. Ia mengimbau agar makan, minum, dan waktu istirahat pegawai dijaga demi pelayanan yang optimal.
Artikel Terkait
Alternatif Saluran Komunikasi Presiden di Era Digital: Membuka Jalan Menuju Kepemimpinan yang Terhubung
ASN Tangsel Mangkir di Hari Pertama WFO Usai Lebaran, Wali Kota Benyamin Siapkan Sanksi Tegas
Bupati Tangerang Tegaskan Tidak Ada Pungutan Liar dalam Layanan Administrasi Kependudukan
Ramadhan 1446 H, BMM Ajak Warga #JadiLebihBaik Untuk Salurkan Bantuan Kepada 28.047 Penerima Manfaat
10 Hari Terakhir Ramadhan, BMM Distribusikan Bantuan Langsung Untuk Warga Palestina