Presiden Harus Turun Tangan: Copot Kapolri dan Dekrit Segera untuk Selamatkan NKRI

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 15:47 WIB

Opini - Kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol), dalam demonstrasi di kawasan DPR/MPR, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 28 Agustus 2025 adalah tragedi yang mencerminkan kegagalan mendasar aparat keamanan kita.

Bukan sebagai pendemo atau provokator, Affan hanyalah tulang punggung keluarga yang sedang bekerja mencari nafkah saat tertabrak kendaraan taktis Brimob—rantis Barracuda—yang seharusnya menjaga, bukan membunuh warga sipil.

Baca Juga: Kongres Persatuan PWI yang Diragukan Persatuannya

Gagal Melindungi Rakyat, Gagal Menjaga Kepercayaan Publik

Pendiri Index Politica, Denny Charter, mengecam insiden ini sebagai bentuk kegagalan fatal Polri. 

"Presiden seharusnya segera memberhentikan Kapolri dan mengeluarkan dekrit untuk menyelamatkan NKRI dari praktik brutal aparat," ujarnya.

Pernyataan ini mencerminkan keresahan publik: jika nyawa pekerja ojol bisa direbut tanpa pertanggungjawaban, apa harapan rakyat terhadap institusi keamanan? (dibayangkan kutipan para-publik) .

Baca Juga: Kongres PWI 2025 di Cikarang: Atal S Depari dan Sihono MT Paparkan Visi Misi Calon Ketua Dewan Kehormatan

Ketidaktransparanan dan Menyusutnya Akuntabilitas

Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari kepolisian mengenai dugaan keterlibatan rantis Brimob dalam aksi maut ini.

Sebaliknya, respons yang lambat memperkuat praduga adanya upaya menutup-nutupi fakta. 

Padahal demokrasi hanya bisa tegak apabila lembaga penegak hukum bekerja transparan dan bertanggung jawab terhadap rakyat—terlebih ketika rakyat menjadi korban.

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X