Kongres PWI 2025 di Cikarang: Atal S Depari dan Sihono MT Paparkan Visi Misi Calon Ketua Dewan Kehormatan

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 17:54 WIB
Dua calon kuat, yakni Atal S Depari dan Sihono MT, tampil dengan narasi yang berbeda namun sama-sama menekankan pentingnya etika, integritas
Dua calon kuat, yakni Atal S Depari dan Sihono MT, tampil dengan narasi yang berbeda namun sama-sama menekankan pentingnya etika, integritas

Cikarang, bidiktangsel.com - Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 2025 yang digelar di BPPTIK Kominfo Digital (Komdigi) Cikarang Utara, Sabtu (30/8/2025), menjadi ajang penting bagi para calon Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI untuk menyampaikan visi dan misinya.

Dua calon kuat, yakni Atal S Depari dan Sihono MT, tampil dengan narasi yang berbeda namun sama-sama menekankan pentingnya etika, integritas, serta penguatan marwah organisasi wartawan tertua di Indonesia tersebut.

Baca Juga: Tekankan Persatuan Wartawan, Nezar Patria: PWI Sebagai 'Kakak Tertua'

Visi Misi Atal S Depari: Menjaga Marwah dan Integritas Pers

Dalam penyampaian visi misinya, Atal S Depari menegaskan bahwa Dewan Kehormatan PWI bukan sekadar forum formalitas, tetapi garda terdepan dalam menjaga etika profesi jurnalistik. 

Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menegakkan kode etik, meski konsekuensinya sering kali berujung pada pemberian sanksi.

“Visi saya sederhana, yakni menegakkan integritas, menjaga marwah, dan memperkuat etika profesional agar pers tetap dihormati, dipercaya publik, dan menjadi teladan bagi kehidupan pers nasional,” tegas Atal.

Baca Juga: Kongres Persatuan PWI 2025 Resmi Dibuka di Cikarang, Wamen Komdigi Dorong Konsolidasi dan Soliditas Pers Nasional

Atal menambahkan, Dewan Kehormatan memiliki tanggung jawab moral yang berat karena setiap rekomendasi sanksi yang dikeluarkan berpotensi memunculkan resistensi. 

Namun, menurutnya, langkah tegas itu mutlak diperlukan demi menjaga martabat PWI.

Misinya jelas, yaitu menegakkan kode etik jurnalistik sekaligus kode etik organisasi.

Atal juga menyoroti perlunya pembentukan perangkat etik internal organisasi yang lebih kokoh, agar interaksi antaranggota PWI, baik di pusat maupun daerah, tetap berada dalam koridor kesopanan dan profesionalisme.

Baca Juga: Doa untuk Almarhum Wina Armada dan Penandatanganan Pakta Integritas Warnai Pra-Kongres PWI 2025

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X