Baca Juga: Panglima TNI Raih Penghargaan Pemimpin Visioner di Pimred Award 2025
Penemuan jasad korban berawal dari kecurigaan Maryadi dan ibunya terhadap bau tak sedap yang muncul dari arah kebun di belakang rumah mereka.
Saat diperiksa, ia melihat sepasang kaki manusia dalam kondisi mengenaskan.
“Saya yang pertama lihat. Awalnya ibu saya mencium bau busuk, pas saya cek, lihat ada kaki. Badannya ketutup semak, pas dibuka ternyata jasad wanita, sudah membusuk dan tangannya diborgol,” kata Maryadi.
Ia juga menyebut tidak mendengar suara keributan atau teriakan pada malam kejadian, lantaran kondisi saat itu diguyur hujan deras.
Baca Juga: Tugas Anak Hanya Belajar, Sekolah Gratis SMA/SMK Banten Ringankan Beban Orang Tua
Hal ini diduga menjadi salah satu alasan peristiwa tersebut luput dari perhatian warga sekitar.
Pihak kepolisian mengungkap bahwa RRP tidak sendiri. Ada dua pelaku lain yang terlibat dalam aksi pembunuhan tersebut.
Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap motif serta kronologi lengkap dari kejadian ini. (***)
Artikel Terkait
Bedah Buku Margono Djojohadikusumo Jadi Momen Memahami Perjuangan Ekonomi Bangsa
Pimred Award 2025: Benyamin Davnie Dianugerahi Wali Kota Terbaik Bidang Informasi Publik
Menteri Fadlizon Terima Penghargaan Pena Emas 2025, FPRMI Apresiasi Dedikasi Literasi Kebangsaan
Bedah Buku Margono Djojohadikusumo: HMU Kurniadi Ungkap Proses Riset Mendalam dan Peran Keluarga
Tangsel Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Banten 2026, 45 Cabor dan Sejumlah Venue Dipersiapkan