Warga Serpong Terjebak ‘Lautan Sampah’, Air Tercemar dan Rumah Terancam Longsor

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 18 November 2025 | 11:55 WIB
Satu dari 12 kepala keluarga yang terdampak, Agus, kini hidup di tengah bau menyengat dan tumpukan sampah
Satu dari 12 kepala keluarga yang terdampak, Agus, kini hidup di tengah bau menyengat dan tumpukan sampah

Serpong, katamedia.co.id – Krisis lingkungan serius melanda RT 06/04 Serpong, Kota Tangerang Selatan. Satu dari 12 kepala keluarga yang terdampak, Agus, kini hidup di tengah bau menyengat dan tumpukan sampah yang jaraknya hanya lima meter dari rumahnya. 

Lahan yang merupakan warisan turun-temurun itu berubah menjadi area penuh limbah dengan ancaman kesehatan dan keselamatan yang kian mengkhawatirkan.

Tumpukan sampah disebut warga telah melewati batas tanah milik mereka. Kondisi memburuk dalam lima tahun terakhir. 

Baca Juga: Pencarian Korban Longsor Cilacap Masih Terkendala Cuaca, Hujan Tetap Turun Meski Modifikasi Sudah Dilakukan

Air lindi dari gundukan sampah mengalir ke pekarangan, berubah warna hitam pekat, berbusa, dan menguarkan aroma tajam.

Sumur gali yang dulunya menjadi sumber air bersih kini tidak lagi bisa digunakan untuk mencuci, memasak, maupun mandi.

“Air sumur sudah hitam, baunya kuat sekali. Untuk minum dan masak, kami terpaksa beli air galon dua sampai tiga per hari,” ujar Agus, ditemui di kediamannya.

Untuk kebutuhan mandi, warga mengaku memperoleh suplai air gratis sejak lima bulan terakhir. Namun, masalah utama tak kunjung terselesaikan. 

Baca Juga: Belum Selesai Dugaan Mark Up Anggaran, KPK Cium Dugaan Permainan Pengadaan Lahan

Selain bau menyengat yang semakin parah, warga juga takut gundukan sampah longsor saat hujan deras.

Keluhan sudah berulang kali disampaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan. 

Namun, warga menilai respons yang diberikan hanya berupa janji tanpa tindakan konkret.

“Pejabatnya tidak pernah datang langsung. Yang datang anak buahnya, itu pun katanya hanya dilaporkan biasa saja. Jawabannya selalu ‘nanti dirapikan’, tapi kenyataannya tidak pernah,” kata warga lainnya dengan nada kecewa.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X