Serpong, bidiktangsel.com – Polemik kasus dugaan perundungan siswa di Kota Tangerang Selatan kembali mencuat setelah munculnya perbedaan keterangan mengenai kondisi kesehatan korban.
Kuasa hukum keluarga, Alvian Adji Nugroho, membantah tegas isu yang menyebut korban memiliki riwayat penyakit serius sebelum insiden terjadi.
Alvian menegaskan, informasi yang beredar terkait riwayat penyakit korban tidak sesuai dengan fakta yang ia terima dari keluarga.
“Dari kecil, dari lahir, almarhum tidak pernah dirawat di rumah sakit untuk diagnosa penyakit serius. Itu bisa ditanya langsung ke rumah sakit. Bukan kami yang berwenang menyampaikan hasil medis, tapi yang jelas keluarga membantah adanya riwayat penyakit tersebut,” jelasnya.
Ia juga meminta agar pihak-pihak tertentu tidak membentuk opini yang dapat mengaburkan pokok persoalan.
“Jangan sampai muncul narasi yang tidak ada dasarnya. Bisa-bisa ini malah menyesatkan publik,” kata Alvian.
Belum Ada Penetapan Tersangka
Terkait perkembangan penyidikan, Alvian memastikan hingga kini belum ada penetapan tersangka.
“Mas, soal kejadian ini apakah polisi sudah menetapkan tersangka? Belum. Sampai saat ini semuanya masih dalam proses. Keterangan keluarga korban pun belum dimintai secara lengkap oleh penyidik,” ujarnya.
Keluarga: Tidak Ada Kunjungan Pemerintah ke Rumah Sakit
Alvian juga mengungkapkan bahwa selama korban dirawat intensif di rumah sakit, keluarga tidak pernah menerima kunjungan dari pihak Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
“Sampai saat ini kami belum menemukan adanya kunjungan dari pihak Pemkot. Kalau kemarin memang sempat ada komunikasi, tapi bukan bentuk kunjungan resmi,” ungkapnya.
Artikel Terkait
Pencarian Korban Insiden Longsor di Cilacap: 9 Anjing Pelacak Disebar, 18 Orang Masih Hilang
Anak Muda Tangsel Didorong Jadi Garda Terdepan Perangi Narkotika
Benyamin: Ruang Ekspresi, Kolaborasi dan Kompetisi Para Pelajar
Benyamin Tutup Tangsel Flona Festival 2025, Beri Apresiasi dan Targetkan Kolaborasi Lebih Luas di Tahun Depan
PSI Tangsel Desak Evaluasi Menyeluruh: “Kasus Ini Tamparan Keras bagi Dunia Pendidikan”