Baca Juga: OTK Bawa Replika Senpi di Warkop Ciputat, Polsek Ciputat Timur Bergerak Cepat Amankan Pelaku
Ia menilai ada kesan kelalaian dari pihak sekolah yang membiarkan situasi hingga berujung fatal.
“Ada kesan kelalaian dari pihak sekolah. Kejadian ini seakan dilepas begitu saja tanpa penanganan cepat,” tegas Alvian.
Pernyataan Wakil Wali Kota Tangsel Jadi Sorotan
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyebut bahwa korban memiliki riwayat penyakit serius sebelum insiden perundungan terjadi.
Baca Juga: Kapolres Tangsel Sambangi Rumah Korban Bullying di Ciater, Tegaskan Komitmen Usut Tuntas Kasus
Namun, pernyataan tersebut kini dipertanyakan oleh pihak keluarga yang memastikan tidak pernah menerima informasi atau diagnosa terkait kondisi tersebut.
“Pernyataan yang menyebut korban punya riwayat penyakit di otak sedang kami klarifikasi. Kami menunggu penjelasan resmi dari pihak yang menyampaikannya di media,” kata Alvian.
Ia menegaskan bahwa fokus utama keluarga adalah memastikan proses hukum berjalan transparan dan tidak digiring oleh opini yang tidak berdasar.
Baca Juga: Bullying Siswa SMPN 19 Tangsel Direspons Cepat Kemensos, Direktur Resos Anak Turun Tangan
Kasus ini masih bergulir dan menjadi perhatian publik. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap dugaan perundungan yang berujung pada meninggalnya siswa tersebut, termasuk meminta keterangan tambahan dari pihak keluarga, sekolah, dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
(***)
Artikel Terkait
Pencarian Korban Insiden Longsor di Cilacap: 9 Anjing Pelacak Disebar, 18 Orang Masih Hilang
Anak Muda Tangsel Didorong Jadi Garda Terdepan Perangi Narkotika
Benyamin: Ruang Ekspresi, Kolaborasi dan Kompetisi Para Pelajar
Benyamin Tutup Tangsel Flona Festival 2025, Beri Apresiasi dan Targetkan Kolaborasi Lebih Luas di Tahun Depan
PSI Tangsel Desak Evaluasi Menyeluruh: “Kasus Ini Tamparan Keras bagi Dunia Pendidikan”