Wartawan Kompas Diintimidasi Satpam SMPN 19 Tangsel Saat Cari Konfirmasi Kepsek

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 17 November 2025 | 16:00 WIB
Intimidasi dari petugas keamanan SMPN 19 Tangerang Selatan saat hendak meminta konfirmasi kepada kepala sekolah terkait isu yang tengah diberitakan.
Intimidasi dari petugas keamanan SMPN 19 Tangerang Selatan saat hendak meminta konfirmasi kepada kepala sekolah terkait isu yang tengah diberitakan.

Serpong, bidiktangsel.com – Seorang awak media nasional dari KompasTV, Intan, mengaku mendapat intimidasi dari petugas keamanan SMPN 19 Tangerang Selatan saat hendak meminta konfirmasi kepada kepala sekolah terkait isu yang tengah diberitakan.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (17/11-2025). Kepada wartawan, Intan menjelaskan bahwa dirinya mendatangi sekolah tersebut sekitar pukul 10.00–11.00 WIB setelah sebelumnya melakukan konfirmasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Deden Deni.

Baca Juga: Keterangan Berbeda Soal Kasus Bullying Siswa di Tangsel, Kuasa Hukum Bantah Isu Riwayat Penyakit Korban

Namun, saat memasuki area sekolah, ia tidak melihat adanya petugas keamanan yang berjaga.

“Sampai sana memang kondisinya enggak ada pengamanan. Pagar tertutup tapi enggak dikunci. Saya masuk ke pos, tapi enggak ada siapa pun,” kata Intan.

Setibanya di lokasi, Intan bergabung dengan rekannya sesama wartawan di area kantin sembari menunggu kepala sekolah yang sudah beberapa kali mereka hubungi, namun tidak merespons panggilan.

“Saya sudah nelpon empat kali, tapi enggak diangkat. Akhirnya mau ke ruang kepala sekolah, ketuk pintu, tapi enggak ada jawaban,” ujarnya.

Baca Juga: Cerita Keluarga Korban yang Diduga Alami Perundungan di SMPN 19 Tangsel, Sebut KPAI Bakal Sanksi ke Pelaku

Situasi memanas ketika seorang pria yang mengaku bernama Aldo, diduga petugas keamanan sekolah, datang dan menegur Intan dengan nada yang dinilai tidak pantas.

“Dia bilang saya enggak etis dan enggak menghargai dia. Padahal saat saya datang, memang enggak ada satpam sama sekali,” ungkapnya.

Intan menyebut sikap Aldo semakin tidak menyenangkan ketika dirinya diminta keluar dari area sekolah dengan cara yang menurutnya tidak sopan.

“Kalaupun dari awal memang media enggak boleh masuk, harusnya disampaikan baik-baik. Jangan ngomong soal etika dan seolah kami enggak menghargai dia,” tambahnya.

Baca Juga: Buntut Dugaan Siswa Alami Perundungan hingga Wafat di Tangsel, Picu Desakan Sekolah Punya Tim Pencegah Kekerasan

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan tanggapan resmi. Intan mengaku sudah menghubungi kepala sekolah melalui telepon dan WhatsApp, namun tidak mendapat respons.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X