Jika dianalisis berdasarkan teori Zimbardo (2007), pahlawan sejati adalah mereka yang menegakkan kebenaran melawan sistem yang menindas, bukan yang mengendalikan sistem itu sendiri.
Dalam konteks ini, Soeharto lebih dekat pada figur power hero ketimbang moral hero, kuat secara politik, namun lemah dalam moralitas publik. Sementara Hegel (1821) dalam Philosophy of Right menyebut “pahlawan sejarah” sebagai mereka yang mewujudkan roh zaman (Zeitgeist).
Memang, Orde Baru lahir dalam konteks kebutuhan stabilitas dan pembangunan, namun ketika “roh zaman” bergeser menuju demokrasi, Soeharto gagal menyesuaikan diri.
Dengan demikian, kepahlawanan Soeharto bersifat kontekstual dan parsial, tidak universal seperti yang disyaratkan dalam pemberian gelar Pahlawan Nasional.
Kepahlawanan sejati tidak berhenti pada keberhasilan membangun, tetapi pada keberanian menegakkan kebenaran tanpa menindas kemanusiaan.
Soeharto memang membangun Indonesia secara fisik, tetapi ia juga meruntuhkan sendi-sendi demokrasi dan moral politik bangsa. Ia adalah tokoh besar, namun kebesarannya lahir dari sistem yang menindas.
Sejarah tidak bisa dihapus, tetapi juga tak bisa dipoles semata dengan narasi keberhasilan ekonomi.
Menjadikan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional sama saja mengajarkan bahwa kekuasaan absolut dan pelanggaran hak asasi dapat dimaafkan selama membawa kemajuan material.
Soeharto pantas dikenang sebagai tokoh besar sejarah, tetapi belum tentu pahlawan nasional. Bangsa yang sehat adalah bangsa yang menghormati jasa tanpa menutup mata terhadap dosa.
Pahlawan sejati bukanlah mereka yang paling berkuasa, tetapi mereka yang paling berani mempertahankan kebenaran tanpa menindas sesamanya.
Sampai bangsa ini mampu berdamai dengan masa lalunya, pertanyaan itu akan tetap bergema di hati rakyat: Apakah kita ingin menulis sejarah dengan kebesaran pembangunan, atau dengan kemuliaan nurani?
Kepahlawanan bukan hanya tentang membangun gedung dan jalan, tetapi tentang membangun nurani dan keadilan.
Artikel Terkait
Pemkot Tangsel Segera Lakukan Peremajaan Truk Sampah: Armada Baru Siap Angkut Lindi dan Tingkatkan Kebersihan Kota
Caretaker Kadin Tangsel Tegaskan Netralitas Organisasi dan Dorong Kompetisi Sehat Antar Kandidat Ketua
Agus R Wisas Tegaskan KADIN Tangsel Bukan Alat Politik: ‘Kemenangan untuk Semua, Bukan untuk Kelompok’
Pemkot Tangsel Lantik 856 PPPK Paruh Waktu, Benyamin Tekankan Etika dan Kinerja Maksimal
Kapolri Ungkap Korban Ledakan di Masjid SMAN 72 yang Terbaring di ICU Masih Membutuhkan Isolasi