Pemerintah Wacanakan 100 Ribu Kuota Magang Bergaji untuk Percepat Penyerapan Tenaga Kerja Muda

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 22:18 WIB
Pemerintah berencana menambah kuota Program Magang Nasional Bergaji menjadi 100.000. (Dok Dinkes Bulungan)
Pemerintah berencana menambah kuota Program Magang Nasional Bergaji menjadi 100.000. (Dok Dinkes Bulungan)

Jakarta, bidiktangsel.com – Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis melalui Program Magang Nasional Bergaji dengan wacana perluasan kuota hingga 100 ribu peserta. 

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penyerapan tenaga kerja muda, terutama bagi lulusan baru perguruan tinggi (fresh graduate) yang tengah mencari pengalaman profesional di dunia kerja.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menjelaskan bahwa keputusan penambahan kuota akan ditentukan setelah evaluasi tahap pertama program selesai dilakukan.

Baca Juga: Semua Izin Lengkap, Pengembang Balboa Tegaskan Legalitas Pembangunan di Ciputat Sesuai Prosedur

“Kita akan evaluasi dulu tahap pertama. Kalau cepat terpenuhi dan hasilnya baik, kita siapkan tambahan target hingga 100 ribu pemagang,” ujar Febrio dalam acara Media Gathering APBN 2026, Kamis (9/10/2025).

Tahap pertama Program Magang Nasional Bergaji sendiri menargetkan 20 ribu peserta, dengan prioritas bagi lulusan perguruan tinggi yang baru menyelesaikan studi dalam satu tahun terakhir.

Upaya Pemerintah Menjawab Tantangan Pengangguran Muda

Program ini lahir sebagai jawaban atas tantangan tingginya angka pengangguran muda di Indonesia. 

Baca Juga: BPK Temukan Kejanggalan Proyek Jalan Ciparay–Cikumpay, FBSB Desak Penegakan Hukum dan Evaluasi Dinas PUPR Banten

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), setiap tahun muncul sekitar 3,5 juta angkatan kerja baru, sebagian besar berasal dari kalangan usia produktif.

Melalui program ini, peserta magang akan memperoleh upah setara Upah Minimum Provinsi (UMP) di daerah masing-masing, sehingga mereka dapat memperoleh dukungan finansial selama menjalani masa magang.

“Program ini bukan hanya soal menambah pengalaman kerja, tapi juga memastikan transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja berlangsung dengan dukungan ekonomi yang layak,” jelas Febrio.

Baca Juga: Kadis DLH Serang di Pusaran Skandal Lingkungan: Dari Limbah Industri hingga Sampah Lintas Daerah

Selain sektor formal, pemerintah juga membuka peluang bagi sektor informal dan ekonomi digital (gig economy) untuk ikut berpartisipasi. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X