Sebenarnya HCB dapat melaporkan mereka yang telah menuduhnya menyalahgunaan dana UKW dari BUMN ke polisi, namun hal itu tidak atau belum ia lakukan.
HCB lebih memilih merangkul kelompok yang berseberangan dengannya. Tanpa jiwa besar dan keikhlasan, hal itu tak mungkin dilakukan seorang pemimpin.
Bahkan, dalam konteks itu, HCB rela masa jabatannya sebagai Ketua Umum PWI Pusat dipangkas, yang seharusnya ia memimpin hingga 2028, namun terhenti pada 2025 sehingga dapat digelar Kongres Persatuan yang akan diadakan pada 29-30 Agustus 2025 di Cikarang, Jawa Barat.
Ini ia lakukan tidak lain demi persatuan PWI, merangkul mereka yang memusuhinya.
Agar PWI yang terpuruk selama satu tahun, dapat bangkit kembali, memajukan anggotanya, berpartisipasi untuk memberi dukungan kepada program pemerintah yang pro rakyat, dan ikut memperjuangan kemerdekaan pers.
Baca Juga: Menteri Komdigi Dicurigai Cari Muka ke Operator Seluler, Hak Digital Rakyat di Ujung Tanduk
HCB adalah korban fitnah dan penzaliman secara luar biasa, massif, dan terstruktur.
Namun ia tetap tegar dan mencalonkan diri dalam kongres yang bertujuan mempersatukan Kembali PWI yang dicabik-cabik para penghianat. Ia melawan narasi-narasi negatif dengan kerja nyata dan bukti.
Jadi, dalam konteks kontestasi Kongres Persatuan, kita kembalikan pada akal sehat dan hati nurani, untuk memilih kembali HCB sebagai Ketum PWI periode 2025-2030. Ia bukanlah kaleng-kaleng, dan itu sudah teruji !
Jogja, 17 Agustus 2025
Hudono Ketua PWI DIY
Artikel Terkait
Kampung Pemulung Jadi Model KKN Tematik UMJ untuk Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan
Tangsel Tuntaskan 70% Pembangunan Tandon Puri Bintaro Indah, Solusi Nyata Atasi Banjir Ciputat
Lawan Kekerasan Perempuan & Anak, Pemkot Tangsel Perkuat Hotline Darurat Tangsel Siaga 112 dan Layanan Pemulihan Korban
Menuju Olimpiade LA 2028, KONI Tangsel Gelar FGD Peningkatan Prestasi Olahraga
Serangan DDoS Ancam Kemerdekaan Pers: Puluhan Media Angkat Kasus Korupsi RSUD Tigaraksa Lumpuh Diserang Hacker