Kampung Pemulung Jadi Model KKN Tematik UMJ untuk Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 13 Agustus 2025 | 18:11 WIB
KKN Tematik ke-45 di tahun 2025 menjadikan Kampung Pemulung, Kelurahan Pondok Benda, Kota Tangerang Selatan
KKN Tematik ke-45 di tahun 2025 menjadikan Kampung Pemulung, Kelurahan Pondok Benda, Kota Tangerang Selatan

Pamulang, bidiktangsel.com – Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) angkatan 2022 yang tengah menjalani KKN Tematik ke-45 di tahun 2025 menjadikan Kampung Pemulung, Kelurahan Pondok Benda, Kota Tangerang Selatan sebagai pusat inovasi pemberdayaan masyarakat.

Mengusung tema “Implementasi Teologi Al-Ma’un: Mahasiswa Unggul Berdaya Saing, Global, Berkarya untuk Masyarakat”, program ini tak berhenti pada kegiatan sebulan penuh, melainkan dirancang sebagai gerakan berkelanjutan.

Baca Juga: Pemkot Tangsel & KPK Teken Komitmen Antikorupsi: Dorong Transparansi, Jaga Integritas dari Akar Rumput

Ketua kelompok KKN, Ahmad Tamjidillah Jarawadu, menegaskan bahwa pengabdian kali ini menyentuh lima pilar utama: pendidikan, kesehatan, ekonomi, keagamaan, dan sosial lingkungan.

“Kami ingin melihat perkembangan masyarakat secara nyata, terutama anak-anak dan ibu-ibu yang menjadi sasaran pembelajaran. Ini bukan sekadar kegiatan sekali jalan, tapi kesinambungan,” ungkap Tamjidillah.

Sentuhan Pendidikan dan Kemandirian Ekonomi

Di bidang pendidikan, mahasiswa mengajar anak-anak yang belum mengenyam sekolah formal dan memberikan kelas mengaji setiap sore. Malam harinya, giliran para ibu belajar membaca Al-Qur’an untuk menghapus buta huruf Al-Qur’an.

Baca Juga: Proyek Long Storage Pondok Pucung 2: Pengecoran Diduga Abaikan Standar Teknis, Warga Khawatir Jadi Temuan BPK

Dalam sektor ekonomi dan lingkungan, warga menerima bibit ikan dan sayuran untuk mendorong kemandirian pangan. 

Program ini menjadi alternatif nyata mengatasi kesulitan ekonomi tanpa ketergantungan pada bantuan instan.

Ketua RT 06 RW 05 Pondok Benda, Tatang, mengapresiasi langkah UMJ.

“Kegiatan ini ibarat memberi kail, bukan memberi ikan. Warga jadi belajar mandiri, bukan menunggu bantuan,” ujarnya.

Baca Juga: Puluhan Atlet Tenis Meja Perempuan Adu Skill, Pemkot Tangsel Janji Dukung Penuh Ajang PTMP

Tatang menambahkan, dari 83 kepala keluarga di wilayahnya, mayoritas adalah pendatang dengan tingkat pendidikan rendah. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X