Partisipasi Lintas Generasi
Kekuatan festival ini terletak pada gotong royong tanpa batas usia dan gender. Oktavianus Pusung, salah satu warga, menegaskan, “Semua elemen terlibat—tua, muda, laki-laki, perempuan. Inilah kekuatan Woloan yang tak lekang oleh zaman.”
Festival Wanua Woloan bukan tradisi baru. Upacara adat penghormatan leluhur telah dilakukan ratusan tahun, namun sejak 2019, perayaan ini diformalkan setiap 9 Agustus.
Pemilihan tanggal bukan kebetulan—angka 9 memiliki makna sakral dalam filosofi Minahasa, melambangkan kesempurnaan dan kesatuan.
Momen ini juga bertepatan dengan Tomohon International Flower Festival (TIFF), menjadikannya daya tarik budaya sekaligus wisata yang memikat pengunjung.
Menjaga Warisan di Tengah Perubahan
Bagi masyarakat Woloan, Festival Wanua bukan sekadar acara hiburan, tetapi media untuk menghidupkan kembali kisah leluhur dan menguatkan jati diri.
Tema “Merawat Akar, Menjaga Tradisi” menjadi pengingat bahwa akar budaya yang kokoh akan menjaga generasi dari kehilangan identitas di tengah derasnya modernisasi.
(***)
Artikel Terkait
Pemkot Tangsel Siap Bangun Alun Alun Ciputat Timur 2025, Wujudkan Ruang Publik Inklusif dan Nyaman untuk Warga
Banten Masuk 10 Besar Indeks Kebebasan Pers Nasional 2024, Kemenko Polkam: Media Harus Tetap Independen
Tragedi Keluarga di Ciputat, Bocah MAA (4) Meregang Nyawa Akibat Kekerasan Orang Tua
Tragedi Bocah 4 Tahun di Ciputat: Disiksa Orang Tua Hingga Meninggal Dunia
Tangsel Raih Penghargaan Kota Layak Anak 2025 Kategori Utama, Tantangan Perlindungan Anak Masih Menanti