Oleh: Hendra J Kede, S.T., S.H., M.H., GRCE, Mediator
Jakarta - Pemerhati Tata Kelola Organisasi berbasis Governance, Risk, and Compliance (GRC) / Ketua Bidang Nonlitigasi LKBPH PWI Pusat / Profesional Mediator
Tulisan ini merupakan opini pribadi, bukan pendapat kelembagaan, apalagi kelembagaan Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI Pusat), baik kepengurusan hasil Kongres Bandung 2023, maupun Kongres Luar Biasa (KLB) Jakarta 2024.
Berdamai di Arena Kongres Persatuan
Sudah diketahui luas oleh masyarakat, kalau Hendry Ch Bangun, Ketua Umum (Ketum) PWI Pusat hasil Kongres XXV Bandung, berdasarkan dokumen tertanggal 16 Mei 2025, telah menyepakati pelaksanaan Kongres Persatuan dengan Zulmansyah Sekedang, Ketum PWI Pusat hasil KLB Jakarta sebagai solusi atas konflik kepengurusan PWI beberapa waktu belakangan.
Baca Juga: Ratusan Miliar Dana Pokir Digelontorkan untuk DPRD Tangsel, Namun Prestasinya Nol
Kesepakatan tersebut telah ditindaklanjuti dengan menyepakati komposisi dan nama-nama Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC). Kongres Persatuan direncanakan dilaksanakan minggu keempat bulan Agustus 2025 mendatang di Jakarta.
Tentu saja kesepakatan tersebut disambut sukacita berbagai pihak, baik internal PWI maupun pihak-pihak eksternal PWI, mengingat pers merupakan pilar keempat demokrasi dan PWI tempat berhimpunnya sekitar 2/3 (dua per tiga) dari sekitar 30 (tiga puluh) ribu wartawan yang telah mendapatkan sertifikat kompetensi dari Dewan Pers.
Melalui Kongres Persatuan diharapkan segala dinamika kepengurusan PWI selama beberapa waktu belakangan dapat diselesaikan dengan baik dan diakhiri.
Kepengurusan tunggal PWI Pusat hasil Kongres Persatuan diharapkan bisa fokus untuk optimalisasi peningkatan kualitas wartawan sebagai pilar keempat demokrasi, karena sesungguhnya PWI itu dibentuk adalah sebagai organisasi profesi guna peningkatan kualitas wartawan Indonesia secara terus menerus.
PWI Pusat pasca Kongres Persatuan diharapkan dapat mensinergikan seluruh komponen internal PWI untuk bergandengan tangan, bergotong royong bersama, guna kemajuan PWI, sebagai wujud nyata kontribusi PWI mewujudkan masyarakat Indonesia sejahtera lahir dan batin melalui, salah satunya, keterpenuhan hak atas informasi.
Kongres Persatuan diharapkan tidak hanya menyatukan PWI secara politik dalam bentuk produk Kongres Persatuan, namun jauh lebih dari itu, Kongres Persatuan benar-benar diharapkan dapat kembali menyatukan suasana kebatinan dan kebersamaan semua pengurus pada semua tingkatan dan puluhan ribu anggota PWI yang tersebar di seluruh Indonesia.
Plus, Kongres Persatuan dapat menjadi langkah awal melakukan restorasi legitimasi moral dan etika organisasi.
Artikel Terkait
Deklarasi Satgas Pungli Ketenagakerjaan: Langkah Pemerintah Kabupaten Serang Berantas Pungli di Dunia Industri
iQOO Z10: Inovasi Baterai 7300 mAh, Desain Quad Curved, dan Performa Andal di Kelas Menengah
#IngatNomorDarurat: Upaya Damkar Tangsel Edukasi Masyarakat tentang Pentingnya Nomor Darurat
Majelis Taklim Jadi Pilar Karakter dan Identitas Warga Tangsel, Bukan Sekadar Pengajian
Masyarakat Pertanyakan Alokasi Anggaran Ratusan Miliar Pokir DPRD Kota Tangerang Selatan