info-tangsel

Yayasan Syarif Hidayatullah Buka Suara soal Rentetan Konflik, Soroti Dugaan Aksi Paksa dan Minta Publik Kawal

Selasa, 8 September 2026 | 14:52 WIB
Konferensi pers yang digelar Tim Pendidikan Yayasan Syarif Hidayatullah di ruang Sekolah Dasar Islam Pembangunan Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (8/9/2026).

Pamulang – Tim Pembela Pendidikan Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta membeberkan kronologi sejumlah kejadian yang disebut berkaitan dengan konflik pengelolaan yayasan dan sejumlah institusi lain. Pihak yayasan menyatakan berbagai laporan terkait dugaan tindakan paksa telah disampaikan kepada aparat penegak hukum.

Keterangan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar Tim Pembela Pendidikan Yayasan Syarif Hidayatullah di ruang Sekolah Dasar Islam Pembangunan Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (8/9/2026).

Konferensi pers tersebut dihadiri Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta, Ilham Aufa, serta Juru Bicara Tim Pembela Pendidikan Yayasan Syarif Hidayatullah, Warid Fujianto Fani, SH.

Baca Juga: Plank Kemenkes Mendadak Terpasang di Perumahan Depkes Tangsel, Warga Pertanyakan Status Lahan

Dalam keterangannya, Warid mengatakan pihak yayasan telah membuat sejumlah laporan terkait rangkaian kejadian yang menurut mereka tidak terjadi hanya sekali.

Ia menjelaskan, laporan yang berkaitan dengan peristiwa pada 4 Juni 2026 kemudian disatukan dengan laporan yang dibuat pada 22 Juni 2026 berdasarkan sejumlah pertimbangan.

“Ini kejadian berat sekali. Bahkan ini kan ada tiga yayasan, yaitu Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta, Yayasan Triguna, dan Yayasan Ketilang Insan Mandiri,” ujar Warid dalam konferensi pers tersebut.

Menurut Warid, persoalan antara sejumlah pihak tersebut sebenarnya telah muncul sejak 2025. Ia menyebut pada November 2025 pihaknya telah melaporkan kejadian yang berkaitan dengan Yayasan Triguna dan Yayasan Ketilang Ihsan Mandiri kepada kepolisian.

Laporan tersebut, kata dia, kemudian dilimpahkan dari Polres Tangerang Selatan ke Polsek Ciputat Timur. Namun, Warid mengklaim proses penanganan laporan tersebut hingga kini belum memberikan perkembangan sebagaimana yang mereka harapkan.

Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masuk Tangsel, Sekolah Beralih ke PJJ Senin 7 September

Klaim Laporan Berulang Belum Tuntas

Warid kemudian memaparkan sejumlah kejadian berikutnya yang menurut pihak yayasan berkaitan dengan konflik tersebut.

Pada 30 Desember 2025, dia menyebut terjadi aksi masuk secara paksa ke area Yayasan Triguna. Peristiwa tersebut juga diklaim telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Selanjutnya, Warid menyebut kejadian kembali berlangsung pada 18 Juni 2026. Menurut dia, pihak yang mereka persoalkan kembali masuk secara paksa dan laporan terkait kejadian tersebut disampaikan kepada Polda Metro Jaya.

Halaman:

Tags

Terkini