Baca Juga: Bedah Rumah Tangsel 2026 Tuntas, 329 Hunian Tak Layak Disulap Jadi Lebih Aman
Rinsil mengatakan, pengusaha Tangsel perlu mulai mempersiapkan diri menghadapi perubahan tersebut.
“Jangan sampai kita jadi penonton. Jangan sampai ketinggalan,” ujarnya.
Beny juga melihat bisnis SPKLU sebagai sektor yang memiliki prospek jangka panjang seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik.
Menurutnya, calon investor sebaiknya memulai dari titik yang memiliki potensi permintaan, kemudian melakukan pengembangan secara bertahap berdasarkan tingkat penggunaan.
KADIN dan PLN Dorong Investasi yang Memberi Manfaat ke Tangsel
Di akhir pertemuan, kedua pihak menegaskan pentingnya keberlanjutan komunikasi dan koordinasi. KADIN Tangsel akan mengawal kebutuhan dunia usaha, sementara PLN memberikan informasi teknis dan peluang kemitraan yang dapat dikembangkan sesuai regulasi.
Baca Juga: Kejutan BRI di Taiwan: Yuni Akhirnya Bertemu Sang Ibu Setelah Hampir 10 Tahun Merantau
Kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan pada pembangunan SPKLU, tetapi juga membuka ruang bagi pengusaha Tangsel untuk memahami peluang usaha di sektor kelistrikan dan energi.
Bagi KADIN Tangsel, sinergi dengan PLN menjadi bagian dari upaya membuka akses informasi dan peluang investasi bagi anggota sekaligus memastikan investasi yang masuk ke Tangsel memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
Dengan potensi pertumbuhan kendaraan listrik dan minat investor yang mulai muncul, pengembangan infrastruktur SPKLU dinilai dapat menjadi salah satu sektor usaha baru di Tangerang Selatan.
Namun, kepastian regulasi, kelayakan lokasi, kesiapan jaringan listrik, skema kemitraan, serta manfaat ekonomi bagi daerah tetap menjadi faktor penting sebelum investasi direalisasikan.
Audiensi tersebut pun diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret antara KADIN Tangsel dan PLN UP3 Serpong, sekaligus memperkuat posisi dunia usaha lokal dalam menghadapi transformasi ekonomi berbasis energi dan teknologi. (***)