Ia berharap Pemkot Tangsel memperbaiki akses jalan masuk kampung untuk menunjang kegiatan seperti KKN.
Kolaborasi Lintas Sektor: Dari Kesehatan hingga Sosial Hukum
Kolaborasi semakin kuat dengan keterlibatan drg. Hj. Renni Susanti, MM, Ketua Departemen Kesehatan Masyarakat dan ASN di bidang kesehatan.
Ia membawa konsep “Puskesmas Sehat, Cerdas, Ceria” yang memadukan edukasi kesehatan, penguatan nilai keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi kreatif.
Baca Juga: Gaji PPPK 2024 di Pandeglang Cair Lewat Bank Banten, Bupati Janji Perluas Manfaat untuk Masyarakat
Renni juga memprakarsai Posyandu Remaja Ceria untuk membekali generasi muda dengan keterampilan kerja serta Gerbang Emas (Gerakan Bangkit Eliminasi Stunting) sejalan dengan program Pemkot Tangsel.
“Kesehatan, pendidikan, dan ekonomi saling terkait. Ini beban moral bagi saya, dan Allah memberi jalan lewat peran saya di Forum Ulama dan Aktivis Islam,” ujarnya.
Model Pemberdayaan yang Layak Direplikasi
Kehadiran KKN Tematik UMJ di Kampung Pemulung menunjukkan bahwa kolaborasi mahasiswa, perangkat wilayah, tenaga kesehatan, dan lembaga bantuan hukum mampu melahirkan program terpadu yang membangun kemandirian, memperkuat fondasi sosial, meningkatkan kesadaran hukum, dan menciptakan peluang ekonomi baru.
Baca Juga: BPK RI Ungkap Dugaan Kerugian Ratusan Miliar di Pemkab Tangerang, APH Dinilai “Diam Seribu Bahasa”
Langkah ini menjadi model pemberdayaan masyarakat berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain, terutama daerah dengan keterbatasan akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
(***)