Namun Kepala Sekolah membantah keras tuduhan tersebut.
"Saya tegaskan, tidak ada satu pun titipan atau praktik jual beli kursi di sekolah ini. Jika ada yang mengetahui, laporkan kepada saya langsung," tegas Aan.
Aspirasi Ditampung, Warga Tunggu Kepastian
Meski belum ada kepastian diterima atau tidaknya tuntutan mereka, warga mengakhiri aksi dengan tertib.
Mereka berharap agar pemerintah provinsi segera memberikan keputusan sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Aksi damai ini menjadi sinyal kuat bahwa sistem penerimaan siswa berbasis digital harus lebih transparan, akuntabel, dan tetap mengedepankan asas keadilan bagi masyarakat lokal.
(***)