info-tangsel

Warga Sekitar SMAN 3 Tangsel Demo Damai Tuntut Keadilan Penerimaan SPMB Online 2025

Rabu, 2 Juli 2025 | 16:37 WIB
Aksi ini digelar sebagai bentuk kekecewaan warga atas hasil seleksi SPMB Online 2025

Pamulang, bidiktangsel.com — Sekitar seratus warga dari RW 10 hingga RW 16 Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan menggelar aksi demonstrasi damai di depan SMAN 3 Tangerang Selatan, Senin (1/7/2025). 

Aksi ini digelar sebagai bentuk kekecewaan warga atas hasil seleksi SPMB Online 2025 yang dinilai tidak adil, terutama bagi anak-anak yang tinggal di lingkungan sekitar sekolah.

Aksi tersebut dipimpin oleh Ketua RW 015 Benda Baru, Mujianto, yang menyuarakan keluh kesah masyarakat sekitar sekolah yang merasa tersisih dalam proses penerimaan peserta didik baru. 

Baca Juga: BPK Temukan 209 Unit Aset Hilang, Sekretariat Daerah Tangsel Jadi Sorotan: Potensi Kerugian Capai Rp1,99 Miliar

Dalam orasinya, Mujianto menyampaikan bahwa warga dari tujuh RW sekitar sekolah telah mengorbankan banyak waktu dan tenaga, namun hasilnya nihil.

"Kami sungguh kecewa. Anak-anak dari RW 10 sampai RW 16, termasuk yang rumahnya tepat di sebelah sekolah, tidak diterima. Padahal kami selalu menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan sekolah, bahkan saat renovasi pun kami yang terdampak langsung," ujar Mujianto dalam orasinya.

Warga menuntut agar prinsip keberpihakan terhadap masyarakat sekitar tetap dijaga.

Mereka mempertanyakan logika seleksi yang disebut berbasis nilai, di mana disebutkan hanya siswa dengan nilai minimal 93 yang diterima. 

Baca Juga: Nasib 6.139 PPPK Tangsel: Antara Harapan Pengakuan dan Tantangan Keadilan

Namun, menurut mereka, data itu tidak pernah disosialisasikan secara terbuka dan transparan.

Aspirasi Ditampung, Tapi Bukan Kewenangan Sekolah

Menanggapi aksi tersebut, Kepala SMAN 3 Tangsel, Dra. Hj. Aan Sri Analiah, M.Pd, menyatakan bahwa pihak sekolah telah menampung aspirasi warga, namun keputusan akhir tetap berada di tangan Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

"Kami memahami kekecewaan Bapak dan Ibu. Tapi perlu kami sampaikan bahwa sekolah hanya melaksanakan teknis penerimaan. Penentu kebijakan ada di provinsi. Kami sudah tampung dan akan bawa aspirasi ini ke pimpinan kami, termasuk Pak Kadis dan Pak Gubernur," jelas Aan di hadapan para warga.

 

Halaman:

Tags

Terkini