Kota Serang, bidiktangsel.com – Temuan mencengangkan terungkap dari hasil pemeriksaan fisik aset oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Banten.
Sebanyak 209 unit peralatan dan mesin milik Pemerintah Kota Tangsel, termasuk milik Sekretariat Daerah (Setda) Kota Tangerang Selatan, dinyatakan tidak diketahui keberadaannya.
Nilai potensi kerugian atas aset yang tak terlacak itu mencapai Rp1.991.879.214.
Baca Juga: Nasib 6.139 PPPK Tangsel: Antara Harapan Pengakuan dan Tantangan Keadilan
Dalam dokumen rekapitulasi Kartu Inventaris Barang (KIB) B yang dihimpun BPK, seluruh aset tersebut tercatat masih dalam kondisi baik dan seharusnya masih berada di lokasi masing-masing.
Namun, saat dilakukan pemeriksaan lapangan, para penanggung jawab barang tidak dapat memberikan informasi mengenai lokasi dan keberadaan fisik aset.
Sorotan Tertuju ke Sekretariat Daerah Tangsel
Sekretariat Daerah Tangerang Selatan tercatat sebagai instansi dengan jumlah kehilangan terbanyak.
Berikut adalah rincian aset yang dilaporkan tidak ditemukan di lingkungan Setda Tangsel:
26 Unit PC Nilai Rp. 261.315.181, 43 Unit Laptop Rp. 467.624.623, 11 Unit Overhead Projector Rp. 244.195.242, 24 Unit Televisi Rp. 151.174.939, 36 Unit Air Conditioner (AC) Rp. 165.643.863, Total 140 unit - Rp1.289.953.848
Jumlah ini mewakili lebih dari 65% dari total aset yang tidak diketahui keberadaannya, menjadikan Setda Tangsel sebagai entitas dengan tanggung jawab terbesar dalam temuan tersebut.
Sementara itu, sisanya berasal dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dengan total 69 unit dan nilai aset mencapai Rp701.925.366.