Dari Tangsel ke Tanggamus, SISGITA Jadi Rujukan Integrasi Data Tanah dan Pajak

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 21 September 2026 | 18:09 WIB
Perjanjian Kerja Sama Replikasi dan Pemanfaatan SISGITA, yang digelar di Aula Blandongan Lantai 4, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan
Perjanjian Kerja Sama Replikasi dan Pemanfaatan SISGITA, yang digelar di Aula Blandongan Lantai 4, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan

Ciputat – Inovasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam mengintegrasikan data pertanahan dan perpajakan melalui Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak (SISGITA) mulai direplikasi pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama Antardaerah serta Perjanjian Kerja Sama Replikasi dan Pemanfaatan SISGITA, yang digelar di Aula Blandongan Lantai 4, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan, Senin (21/9/2026).

Baca Juga: Replikasi SISGITA Tangsel, Benyamin: Bukan Sekadar Aplikasi, Data Pajak dan Tanah Diintegrasikan

Agenda tersebut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni bersama sejumlah kepala daerah dan perwakilan pemerintah daerah yang mengikuti skema replikasi SISGITA. Sebanyak 58 pemerintah daerah tercatat terlibat dalam kerja sama tersebut.

Salah satu kepala daerah yang hadir adalah Bupati Tanggamus, Provinsi Lampung, H. Shaleh Asnawi. Ia menilai inovasi yang dikembangkan Tangsel dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pemerintah daerah lain, termasuk Kabupaten Tanggamus.

Menurut Shaleh, pengalaman Tangsel dalam mengelola data dan meningkatkan tata kelola pemerintahan menjadi hal yang penting untuk dipelajari.

“Bagus sekali, karena memang Tangsel ini cukup dikenal dengan pendapatan asli daerahnya dan ketertibannya, kedisiplinannya. Ini yang perlu kita tiru di daerah-daerah,” ujar Shaleh saat ditemui usai kegiatan.

Baca Juga: Tangsel Expo Digelar Dua Hari, Potensi UMKM hingga Anggrek Jadi Etalase Kerja Sama Antardaerah

Ia mengatakan, bagi Kabupaten Tanggamus, kerja sama replikasi SISGITA memiliki arti penting karena pemerintah daerah dapat mempelajari sistem yang telah dikembangkan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan daerah.

“Bagi Tanggamus sendiri sangat berarti, karena kita harus mempelajarinya. Dan kita harus akui bahwa Tangsel lebih...” katanya.

Shaleh menilai terdapat potensi yang dapat dikembangkan di daerahnya melalui pemanfaatan sistem dan pengalaman yang diperoleh dari Tangsel.

Ia pun optimistis penerapan inovasi tersebut dapat dikembangkan di Kabupaten Tanggamus dengan menyesuaikan kondisi dan karakteristik daerah.

“Ada harapan, karena saya optimis bisa meniru. Kalau bisa mengimplementasikan di sini, insyaallah di sana juga maju,” ujarnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X