Polres Tangsel Bongkar Peredaran Obat Keras dan Narkoba, 18 Tersangka Ditangkap

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 25 November 2025 | 17:27 WIB
Sebanyak 18 tersangka berhasil diamankan dalam operasi yang digelar jajaran Satresnarkoba selama beberapa pekan terakhir.
Sebanyak 18 tersangka berhasil diamankan dalam operasi yang digelar jajaran Satresnarkoba selama beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: Dekranasda Tangsel Art Festival 2025 Resmi Ditutup, Produk Lokal Kian Diminati

Pengungkapan dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk Jurangmangu, Pamulang, Setu, Sepatan, hingga Pondok Cabe. 

Para pelaku menggunakan berbagai modus, mulai dari kontrakan sebagai tempat penyimpanan hingga transaksi terselubung melalui media sosial.

Jaringan Lintas Provinsi dan DPO

Dari 18 tersangka yang diamankan, dua di antaranya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). 

“Dua DPO ini terkait jaringan ganja dan sabu. Identitasnya sudah kami ketahui dan sedang kami kejar,” jelas Pardiman.

Salah satu tersangka perempuan disebut terlibat dalam penjualan obat keras daftar G. Sementara itu, peredaran ekstasi ditemukan dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari tempat hiburan malam hingga media sosial.

Baca Juga: Kementerian Hukum Banten Berikan Penyuluhan Siswa SMA Muhammadiyah 25 Pamulang

“Per butir ekstasi dijual sekitar Rp600 ribu. Sasarannya mulai dari remaja, mahasiswa, hingga pekerja. Dalam sehari, pelaku bisa mengedarkan 5 hingga 10 butir,” lanjutnya.

Pengungkapan Meningkat Signifikan

Kasat Narkoba menuturkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, tingkat pengungkapan kasus peredaran narkoba di wilayah Tangsel meningkat signifikan.

“Dalam kurun waktu beberapa bulan ini, jumlah pengungkapan dan barang bukti yang berhasil kami amankan jauh lebih besar dibanding sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga: Dari Diajak Beli Mainan hingga Dibekap Handuk: Nenek Ungkap Kronologi Baru Kematian Alvaro

Kompol Muhibbur menegaskan komitmen Polres Tangerang Selatan untuk terus memperkuat upaya pemberantasan narkoba. 

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat adalah kunci menjaga lingkungan dari ancaman narkotika dan obat keras,” tutupnya. (***)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X