Dari Diajak Beli Mainan hingga Dibekap Handuk: Nenek Ungkap Kronologi Baru Kematian Alvaro

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 24 November 2025 | 21:13 WIB
Tangkapan layar tempat Alvaro Kiano Nugroho ditemukan dengan kondisi meninggal dunia setelah hilang sejak Maret 2025. (TikTok/iqbalcahyadi12)
Tangkapan layar tempat Alvaro Kiano Nugroho ditemukan dengan kondisi meninggal dunia setelah hilang sejak Maret 2025. (TikTok/iqbalcahyadi12)

Bidiktangsel.com - Dugaan keterlibatan keluarga ayah tiri dalam kasus tewasnya Alvaro Kiano Nugroho mencuat setelah Sayem, sang nenek, mengetahui adanya alibi yang dianggap janggal.

Sebagai informasi, Alvaro Kiano Nugroho adalah seorang anak yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Minggu, 23 November 2025 setelah sempat hilang sejak Maret 2025.

Buntut temuan jasad Alvaro tersebut, polisi kemudian menangkap ayah tiri Alvaro yang diduga bertanggung jawab atas kejadian ini.

Baca Juga: Soal Wacana Redenominasi, Ekonom Pertanyaan Urgensi di Balik Kebijakan Penyederhanaan Nominal

Lebih lanjut, Sayem menyebut adik dari ayah tiri korban sempat memberi alasan kepada tetangga yang mencium bau mencurigakan dari rumah pelaku, dengan mengatakan bahwa hal itu berasal dari bangkai anjing.

"Katanya bukan, itu mah bangkai anjing.Jadi keluarganya terlibat semua," ujar Sayem kepada wartawan pada, Senin 24 November 2025.

Pernyataan itu menurut Sayem menjadi indikasi bahwa ada pihak lain di dalam keluarga yang mungkin mengetahui peristiwa sebenarnya dan mencoba menutupinya.

Baca Juga: Jam'iyyah NU Tangsel Berbasis Kultural Tolak Hasil Konfercab IV PC NU Tangsel!

Penemuan Jasad dan Awal Terkuaknya Kasus

Kasus ini kembali mencuat setelah polisi memastikan Alvaro yang hilang sejak Maret 2025 ditemukan dalam kondisi sudah menjadi kerangka di Kali Cilalay, Bogor, Jawa Barat.

Temuan ini sekaligus mengakhiri pencarian panjang selama delapan bulan, meski identitas jasad masih harus dipastikan melalui pemeriksaan DNA.

Jasad yang sudah kerangka ini disebut dibuang dengan cara dibungkus plastik dan diikat pada sebuah pohon dekat sungai, agar tidak hanyut terbawa arus.

Baca Juga: Pidato di KTT G20, Gibran Singgung MBG hingga Ketahanan Berkelanjutan di Dalam Negeri

Versi Keluarga: Diajak Membeli Mainan, Dibekap, Lalu Dibawa ke Bogor

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X