Serpong Utara, bidiktangsel.com - Kekecewaan warga Kampung Kandang Sapi, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, kembali mencuat.
Pasalnya, sejumlah pejabat yang kerap datang berkunjung ke wilayah mereka hanya memberikan janji tanpa realisasi nyata, khususnya terkait perbaikan infrastruktur jalan yang sudah lama rusak parah.
Ketua RW Kampung Kandang Sapi, Rohman, mengungkapkan bahwa warga sudah tidak lagi berharap banyak pada janji pejabat.
Baca Juga: Siapkan Rumah Aman bagi Korban Kekerasan Perempuan dan Anak, Benyamin: Perlindungan Harus Menyeluruh
Bahkan, masyarakat kini mengambil langkah swadaya untuk memperbaiki jalan lingkungan mereka yang dinilai tak layak digunakan.
“Kalau swadaya warga sudah nggak sabar, makanya mereka inisiatif. Orang nomor satu sudah sering datang, tapi cuma omongan dan janji saja. Sudah berapa kali kunjungan, mereka tahu jalan di sini rusak. Masa di tengah kota masih ada jalan yang hancur? Akhirnya warga kami putuskan swadaya sendiri,” ujar Rohman dengan nada kesal, Sabtu (23/8/2025).
Menurut Rohman, kondisi jalan di kawasan itu sudah lama dikeluhkan. Namun, jawaban pemerintah hanya berputar soal status kepemilikan lahan.
“Alasannya selalu bilang ini tanah siapa, jadi nggak bisa dibangun. Padahal yang merasakan dampaknya kan masyarakat,” tambahnya.
Warga Putus Asa, Infrastruktur Terabaikan
Pantauan di lapangan, jalan kampung tersebut memang tampak memprihatinkan dengan aspal yang mengelupas, lubang menganga, hingga membahayakan pengendara.
Kondisi ini jelas kontras dengan citra Tangerang Selatan sebagai kota penyangga ibu kota yang seharusnya memiliki infrastruktur layak.
Kekecewaan warga bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, pejabat dari tingkat kota hingga provinsi kerap datang, bahkan membawa rombongan, namun hasilnya tetap nihil.
Artikel Terkait
Dorong Penguatan Peran RT/RW, Pemkot Tangsel Gencarkan Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak
Menteri LH Hanif Faisol Geram Kasus Intimidasi Jurnalis di Serang: "Negara Tidak Boleh Kalah oleh Premanisme"
Danantara-IFG Perkuat Kolaborasi, Dorong Literasi Finansial dan Tata Kelola Aset Negara
Kongres Persatuan PWI: Jalan Moral dan Hukum atau Jalan KEBLINGER?
Telisik Kuota Gas Bumi HGBT Diperketat: Industri Menjerit, Ancaman PHK Massal Bayangi Pekerja Pabrik