Dugaan Kekerasan Anak: UPTD PPA Tangsel Turun Tangan, Korban Ingin Sekolah Lagi

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 17 Juni 2025 | 17:26 WIB
Anak berkebutuhan khusus (ABK) viral di akun Instagram @InfoCirendeu.
Anak berkebutuhan khusus (ABK) viral di akun Instagram @InfoCirendeu.

Bidiktangsel.com, Ciputat — Sebuah unggahan video yang memperlihatkan dugaan kekerasan terhadap seorang anak perempuan yang disebut sebagai anak berkebutuhan khusus (ABK) viral di akun Instagram @InfoCirendeu. 

Menanggapi laporan tersebut, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Tangerang Selatan bersama pihak kepolisian langsung melakukan penelusuran ke lokasi yang disebutkan.

Baca Juga: Tragedi di Ciputat Timur: Seorang Pria Diduga Bunuh Istrinya di Rumah Kontrakan

Dalam keterangan persnya, Kepala UPTD PPA Tangsel, Tri Purwanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai unsur, termasuk RT setempat, kelurahan, hingga jajaran Polda. 

Namun, saat dilakukan penjangkauan di kediaman korban di daerah Serua Ciputat, rumah dalam keadaan kosong.

"Kita sudah koordinasi dengan kelurahan, RT, bahkan dari Polda pun ikut turun. Tapi saat kami tiba, rumahnya kosong dan digembok. Informasi dari PRT, keluarga sedang keluar," jelas Tri.

Baca Juga: Bupati Serang Ratu Zakiyah Gaungkan Penyelesaian 100 Hari Kerja

Lebih lanjut, Tri menyampaikan bahwa anak yang viral dalam video tersebut bukan termasuk anak berkebutuhan khusus secara medis, melainkan mengalami gangguan bicara berupa gagap. 

Namun, hingga kini tim belum dapat melakukan asesmen langsung karena korban dan ibunya belum berhasil ditemui.

"Katanya anaknya bukan ABK, tapi gagap bicara. Kami belum bisa memastikan karena belum bertemu langsung dengan anak maupun ibunya," tambahnya.

Baca Juga: Ronald Siahaan Semprot Wali Kota Pematangsiantar di Atas Ring: Cabut Ucapan Tak Ada Atlet Bisa Kaya!

Dugaan Kekerasan Sudah Berulang

Berdasarkan informasi dari pembantu rumah tangga (PRT) dan warga sekitar, ibu kandung dari anak tersebut diduga kerap melakukan tindak kekerasan terhadap anaknya. 

Hal ini diperkuat oleh pengakuan anak yang disebut sering menceritakan pengalaman kekerasan dan merasa tertekan hingga akhirnya putus sekolah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X