Pj Gubernur menjelaskan bahwa langkah yang dapat diambil adalah dengan dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari penyelenggara pembangunan di Provinsi Banten.
"Seperti pembatas tol, nanti kita gunakan tanggul penahan. Bertahap semua ikut andil karena masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Kita lihat urgenitasnya sehingga harus segera ditangani," pungkasnya.
Direktur Pengendalian Pencemaran Air Tukus Laksono mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan selain untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, juga untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke laut dan sungai.
Baca Juga: Kota Tangerang Siap Sambut POPDA XI Banten 2024 dengan Pengamanan Maksimal
"Hari Rabu kemarin sampah yang kami angkut mencapai 74 ton, hari Kamis 78 ton, dan hari ini sedang ditimbang, jumlahnya belum bisa terlihat," ujarnya.
Untuk jangka panjang, dikatakan Tulus, Pihak Provinsi Banten telah mendapat izin dari pihak Kementerian untuk membuat pengelolaan sampah regional yang mengakomodir 8 Kabupaten dan Kota di Banten.
"Ibu Menteri sudah memberikan izin untuk membuat tempat pemanfaatan TPA Regional yang melayani 8 Kabupaten Kota di Banten," pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Luckmi Purwandari, Direktur Pengendalian Kerusakan Lahan Edy Nugroho, Ketua Darmawanita Ditjen PPKL Heni Agustina. Sedangkan Pejabat utama PGN yang hadir yakni Direktur SDM Penunjang Bisnis PT.PGN Tbk Rahmat Hutama, Grup Head Hisse PT.PGN.Tbk Weni Ipmawan, dan Forkopimda Pandeglang. (***)