Momentum penutupan BCF-IFA 2025 juga menjadi saksi peluncuran Hari Golok atau Golok Day, yang digagas sebagai pengingat pentingnya melestarikan kebudayaan golok — simbol tradisi dan identitas Cilegon.
Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan, festival ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam merawat seni, budaya, dan nilai-nilai luhur masyarakat.
“Budaya bukan sekadar tarian dan musik, tapi juga jati diri daerah. Masyarakat Cilegon adalah masyarakat berbudaya, mengedepankan sopan santun dan kejujuran,” jelas Robinsar.
BCF-IFA 2025: Magnet Wisata Budaya dan Diplomasi Internasional
Selain menjadi ajang hiburan, BCF-IFA 2025 juga berperan sebagai media diplomasi budaya, memperkuat hubungan persahabatan dengan negara peserta, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Kota Cilegon.
Dengan penutupan yang meriah dan peresmian Golok Day, BCF-IFA 2025 diharapkan menjadi agenda tahunan yang semakin memperkuat posisi Cilegon sebagai kota budaya sekaligus pusat interaksi global di Banten.
(***)
Artikel Terkait
Banten Masuk 10 Besar Indeks Kebebasan Pers Nasional 2024, Kemenko Polkam: Media Harus Tetap Independen
Tragedi Keluarga di Ciputat, Bocah MAA (4) Meregang Nyawa Akibat Kekerasan Orang Tua
Tragedi Bocah 4 Tahun di Ciputat: Disiksa Orang Tua Hingga Meninggal Dunia
Tangsel Raih Penghargaan Kota Layak Anak 2025 Kategori Utama, Tantangan Perlindungan Anak Masih Menanti
Wabup Najib Hamas Pastikan Kolaborasi Chadra Asri dan UGM Jaga Ekosistem Laut Terus Berlanjut