Meningkatkan Kualitas Tanaman Pangan Melalui Pertanian Ramah Lingkungan

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Senin, 23 Mei 2022 | 17:26 WIB

Evaluasi tersebut mencetuskan suatu produk pestisida hijau (ekologis) dalam bentuk semprotan dan debu yang diyakini lebih ramah lingkungan karena menyebabkan lebih sedikit kerusakan pada sistem lingkungan. Pembentukan teknologi pertanian ramah lingkungan tersebut ditujukan untuk menjaga keamanan pangan dan juga alam sehingga dapat memainkan peran kunci dalam memastikan ketahanan pangan, meningkatkan kesehatan manusia dan dapat merehabilitasi serta melestarikan lingkungan untuk menjaga kesejahteraan anak cucu.

-

Sistem pertanian “Green Revolution” sejak beberapa dekade lalu menimbulkan permasalahan lingkungan pada lahan pertanian saat ini. Hal ini disebabkan penggunaan produk pertanian (pupuk sintetik, pestisida) yang terus menerus dan menyebabkan penurunan produktivitas pertanian, pencemaran air, kerusakan lingkungan serta gangguan ekologis lahan sawah seperti hilangnya biota lokal asli, ketidakseimbangan antara predator atau hama, terjadinya wabah hama dan penyakit tanaman dengan intensitas tinggi. 

Kondisi lahan pertanian jika tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan lahan menjadi semakin kritis dan semakin mengancam kualitas kehidupan manusia. Perlu upaya dari berbagai pihak untuk mencari strategi yang paling tepat dalam mengantisipasi kondisi tersebut sehingga dapat meningkatkan produktivitas lahan dan kelestarian lingkungan.

Salah satunya upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melaksanakan program pertanian pemerintah secara optimal untuk membudidayakan tanaman pangan ramah lingkungan.

Penerapan inovasi budidaya tanaman pangan ramah lingkungan masih menghadapi banyak kesulitan dan kendala. Salah satu alasannya adalah perbedaan antara desain dan kenyataan yang disebabkan oleh berbagai konteks dan kondisi. 

Hal ini sering terjadi dalam berbagai intervensi pembangunan, serta intervensi inovatif budidaya tanaman ramah lingkungan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Kendala lain mengingat masalah ketersediaan data, infrastruktur teknologi, proses kerja, motivasi budaya, manajemen struktur, kurangnya anggaran, ketidaksesuaian perencanaan dan pelaksanaan, masih menjadi potensi besar yang menyebabkan kegagalan.

Salah satu contoh penerapan pertanian ramah lingkungan pada perencanaan pertanian terpadu dan berkelanjutan adalah pertanian organik yang dikelola untuk meningkatkan dan mempertahankan efisiensi tanah dengan berfokus pada pemanfaatan sumber daya alam (bahan-bahan organik) dengan sebaik-baiknya, membatasi penggunaan pupuk anorganik untuk menjaga kelestarian lingkungan, pengembangan lebih lanjut terkait biota pada tanah, dan pengendalian siklus kehidupan serangga mengingat varietas tanaman yang berbeda. 

Contoh penerapan tersebut berhasil diterapkan oleh Yayasan Bina Sarana Bakti (BSB) yang berfokus pada pengembangan pertanian organik modern khususnya budidaya sayuran organik di daerah Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Penerapan pertanian organik ini juga terdapat pada program PPT (Pengelolaan Tanaman Terpadu) atau model pertanian ramah lingkungan yang mengintegrasikan berbagai teknologi untuk meningkatkan produktivitas tanaman. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Rekomendasi

Terkini

X