Realitas Politik Kekrabatan dan Prospek Pilkot Tangsel

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Minggu, 6 September 2020 | 10:52 WIB

Saat ini tumbuh sangat pesat komunitas -komunitas anak anak muda dari berbagai profesi yang intens menyelenggarakan diskusi dan kajian soal ke-Tangsel-an.

Group group WA yang kemudian berkembang menjadi institusi kajian dan diskusi menyikapi berbagai hal yang terjadi dan berkembang di Tangsel yang aktivitasya lebih variatif bahkan jauh lebih kreatif dibanding kan organisasi organisasi formal yang sudah ada.

Fenomena tersebut meskipun tidak secara langsung berpengaruh terhadap peningkatan partisipasi politik secara kuantitatif, setidaknya telah mendorong tumbuhnya kelas menengah baru perkotaan yang yang lebih berkualitas. Lebih melek melihat realitas, lebih berani menyampaikan gagasan dan tentu saja lebih kritis dengan cara dan gaya khasnya.

Kelompok ini mempunyai pengaruh dan basis masa yang tak mudah begitu saja bisa terbeli oleh kekuatan money politic. Berpolitik buat mereka adalah momentum memperjuangkan gagasan.

Maka, kita berharap, meskipun para petarung yang tampil di Pilkot Tangsel hari ini semuanya adalah jebolan dari "sekolah" politik kekerabatan, namun mereka bisa tampil di lapangan lebih berbeda. Lebih smart dan berkualitas.

Tangsel saat ini berbeda dengan Tangsel 10-15 tahun lalu dimana saat itu politik dinasti bisa seenaknya memanen keuntungan. Sekarang kemungkinan ke arah itu relatif kecil. Tangsel sudah jauh berubah.Jauh lebih rasional dan kritis.

Warga Tangsel kini lebih bisa membuka mata hati dan pikiran bahwa Pilkot ini bukan sekedar memilih dinasti yang mana atau figur siapa, melainkan lebih dari itu, yakni soal memilih masa depan warga kota sendiri. Dan masa depan itu ada pada kapasitas, integritas, dan gagasan serta pemikiran hebat yang ditawar kan oleh masing- masing kontestan untuk masa depan warga Tangsel

Get the feeling

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi

Rekomendasi

Terkini

X