Dinamika Elite Tangsel dalam Bingkai Ngopi Sewarung

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Minggu, 20 Oktober 2019 | 10:46 WIB

Tangsel Club' (TC) awalnya adalah sebuah group Watsup (WA), berisi para elit penggiat Tangsel dari berbagai profesi. Dalam banyak kegiatan diskusi, group ini berani membuka kotak Pandora Tangsel. Segala hal yang semula dianggap tabu untuk dibicarakan menjadi hal yang biasa bahkan bisa dibahas dengan nada bahasa lebih kritis dan keras.

Kehadiran TC bukan hanya berhasil membuka tabir kekakuan komunikasi antar elite, tetapi yang jauh lebih penting dari itu ialah bisa menginspirasi banyak penggiat untuk membentuk banyak komunitas baru. Hingga saat ini lebih dari 30 komunitas dari berbagi profesi baik yang berkiprah sebelum TC berdiri maupun setelahnya.

Lewat komunitas diskusi semua hal yang jadi isue di Tangsel tak luput dari pembahasan.

Belakangan TC menggagas dan menggelar konsep Ngopi Sewarung, sebuah forum ngobrol bareng yang dilaksanakan secara off air. Lewat media bini seolah ingin mengatakan bahwa semua hal tentang Tangsel boleh dibicarakan dan dikritisi.

Bukan hanya itu, Ngopi Sewarung juga ingin berkata bahwa perbedaan pendapat dan gesekan persaingan yang terjadi di antara elite kota dan pemangku kebijakan, hanyalah bumbu penyedap yang wajar terjadi dalam dinamika membangun Rumah Kita bersama bernama Tangerang Selatan.

Begitulah group ini menegang prinsip bahwa semua masalah bisa diselesaikan asal mau duduk ngopi bersama.
Sambil ngopi, banyak potensi konflik bisa mereda, terhempas oleh kenikmatan menyeruput cairan kopi di banyak cafe dan kedai kopi yang tersebar di sudut-sudut dan tengah kota.

Itulah sebenarnya panggung panggung peradaban baru yang sejak awal diimpikan oleh penggagas TC. Sebuah panggung dimana para elite bisa saling berdebat adu konsep, berbagi ide, gagasan. Mulai dari persoalan korupsi yang masih membayangi-warna pembangunan kota. Soal budaya politik transaksional yang kian kental. Masalah pembangunan sektor pendidikan yang masih menyisakan bau praktek suap.Juga soal permainan jual beli proyek yang dilakukan oleh para kontraktor, sampai pada nasib budayawan dan seniman yang keluhan dan idenya seringkali merasa kurang digubris dah dihargaioleh penguasa kota.

Kehadiran para elite Kota Tangsel di atas panggung publik makin menarik tatkala diantara mereka sama- sama bersaing untuk berebut memperoleh kursi dan porsi pengaruh yang lebih besar melalui jalur politik Pilkot 2020.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X