Dinamika Elite Tangsel dalam Bingkai Ngopi Sewarung

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Minggu, 20 Oktober 2019 | 10:46 WIB

Keenam Elit Sosial Keagamaan. Kota ini memiliki motto "religius". Itu tidak salah meskipun tak sepenuhnya benar. Begitu banyak masjid besar, dan tempat ibadah agama lain, majelis taklim, dan kelompok kajian agama yang ikut meramaikan kota. Namun, sikap religi yang ditampilkan kaum elite agamawan cenderung masih berupa "panggung pentas," bertolak belakang dengan realitas sosial yang ada. Kemiskinan dan ketimpangan sosial, praktek prostitusi dan korupsi di banyak lingkungan masyarakat dan pemerintahan belum mendapat perhatian dan sentuhan kelompok ini

Begitulah potret yang ada.Polarisasi elite di atas memperlihatkan bahwa Tangsel sebenarnya kaya dengan potensi sumber daya manusia unggul. Namun, di waktu bersamaan potensi tersebut terkesan hidup sendiri- sendiri dengan cara dan jalannya masing-masing, bahkan dengan warna dan pola berfikir sendiri.

Itulah sebuah wajah kehidupan kota yang ramai, sesak, dinamis , namun belum memiliki warna dan bentuk sendiri. Ibarat sebuah lukisan yang belum jadi, padahal semua peralatan dan perangkat yang diperlukan untuk membuat sebuah lukisan indah bernilai jual tinggi sudah tersedia. Kalaupun lukisan itu sudah jadi, belum sepenuhnya memiliki jiwa.

Dengan kata lain, potensi besar sumber daya manusia unggul di Tangsel belum terintegrasi dalam satu kekuatan, semangat dan jiwa yang sama.

Keadaan itulah yang melatarbelakangi sejumlah penggiat kota pada paruh tahun 2015 terdorong mempersatukan para elit Tangsel.

Para elit yang masih berdiri sendiri dengan corak baju dan gaya masing masing serta masih tercerai berai di banyak kotak ego sektoral, disatukan ke dalam satu komunitas di antaranya melalui Tangsel Club'

Lewat group komunitas ini, para elite semacam dipaksa untuk bisa duduk bareng menyeruput kopi bersama sambil berbicara bebas-lantang tentang problema kota dan masa depannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X