Vice President sekaligus Head of E-FOREST Center Hyundai Motor dan Kia, Jae Min Lee, menyatakan bahwa pengembangan teknologi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mengintegrasikan inovasi ke fasilitas produksi.
“Ajang ini merupakan langkah krusial dalam upaya berkelanjutan kami untuk mengintegrasikan teknologi inovatif ke dalam fasilitas produksi secara langsung, sekaligus memuluskan transisi menuju pabrik otonom masa depan,” kata Jae Min Lee dalam keterangan resmi yang diakses Selasa (20/10/2026).
Robot Humanoid Masuk Peta Jalan Manufaktur
Transformasi Hyundai-Kia tidak hanya berfokus pada otomatisasi lini produksi yang sudah berjalan. Perusahaan juga menyiapkan peta jalan penerapan robot humanoid secara bertahap di fasilitas manufaktur baru.
Baca Juga: Aspal Jalan Rawa Buntu Dikupas, Dua Titik Beton Rusak Tangsel Diperbaiki
Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperluas kemampuan robot dalam menjalankan pekerjaan di lingkungan industri yang dirancang sesuai kebutuhan operasional.
Meski demikian, penerapan robot humanoid secara luas masih membutuhkan pengujian keselamatan, integrasi dengan sistem produksi, serta evaluasi kelayakan teknis dan ekonomi.
Di sisi lain, teknologi digital twin menjadi elemen penting dalam pengembangan pabrik generasi berikutnya. Sistem ini memungkinkan kondisi dan proses manufaktur direpresentasikan dalam lingkungan virtual untuk mendukung simulasi, evaluasi desain, dan optimalisasi operasional sebelum perubahan diterapkan secara fisik.
Hyundai-Kia turut mengembangkan pendekatan manufaktur virtual yang dikaitkan dengan pengalaman pengembangan pabrik di Singapura.
Baca Juga: Pascaledakan Gas 52 Kg di Pasar Cimanggis Tangsel, Pilar Saga Sebut Sejumlah Ruko Terancam Dibongkar
Integrasi simulasi digital dengan analisis berbasis AI diharapkan membantu perusahaan menguji skenario produksi dan mengantisipasi potensi kendala secara lebih terukur.
Masa Depan Pabrik Otomotif Berbasis AI
Perkembangan AI dan robotika menunjukkan bahwa persaingan industri otomotif tidak lagi hanya ditentukan oleh desain kendaraan, kapasitas produksi, atau teknologi mesin. Kemampuan mengelola data, mengintegrasikan sistem produksi, dan menyesuaikan proses manufaktur terhadap perubahan kebutuhan pasar juga menjadi faktor strategis.
Bagi produsen kendaraan listrik, fleksibilitas tersebut penting karena perubahan teknologi baterai, komponen elektronik, dan desain kendaraan menuntut proses produksi yang semakin adaptif.