Bidiktangsel.com, JAWA TIMUR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang terus meluas hingga Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.
Hingga Selasa (20/10/2026) pagi, sekitar 70 titik api masih terpantau di kawasan tersebut.
Tim gabungan masih berupaya memadamkan kebakaran melalui jalur darat. Penanganan dilakukan secara manual dengan mempertimbangkan kondisi medan pegunungan serta risiko keselamatan personel.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, mengatakan jumlah titik api mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya.
Baca Juga: Kapolri Dalami Dugaan Keterlibatan Asing dalam 98 Kasus Karhutla Korporasi, Negara Tetangga Disorot
Namun, kondisi di lapangan masih sangat dinamis sehingga jumlah titik api dapat berubah sewaktu-waktu.
“ Titik (api) kemarin itu lebih dari 100. Sekarang update pagi ini sebenarnya di angka 70, cuma itu (data) masih sangat fluktuatif,” kata Marini kepada awak media, Selasa (20/10/2026).
Perempuan yang akrab disapa Tyas itu menjelaskan, personel gabungan dari Polisi Kehutanan (Polhut), Tahura Raden Soerjo, Manggala Agni, BPBD, TNI-Polri, serta masyarakat dan relawan telah bergerak dari sejumlah titik untuk menangani kebakaran.
Pemadaman dilakukan menggunakan peralatan sederhana, termasuk metode gepyok untuk memukul dan memadamkan api pada vegetasi, serta pembuatan sekat bakar guna menghambat pergerakan api ke area lain.
“Teman-teman sudah naik dari beberapa titik, sama masyarakat dan relawan untuk melakukan penanganan, baik memadamkan dengan gepyok hingga membuat sekat bakar untuk mencegah api yang sulit dijangkau meluas,” ujarnya.
Personel Dibatasi demi Keselamatan
Di tengah upaya pemadaman, antusiasme personel dan relawan untuk membantu penanganan karhutla cukup tinggi. Namun, jumlah orang yang dapat diterjunkan langsung ke lokasi harus dibatasi dengan mempertimbangkan kondisi medan dan kemampuan teknis masing-masing personel.
Tyas menyebut, sejumlah kelompok telah diberangkatkan dari titik berbeda dengan jumlah personel yang bervariasi. Ada kelompok yang mengirimkan sekitar 30 orang, sementara kelompok lainnya mencapai 50 personel.