nasional

Antrean BBM di Bali Jadi Sorotan, Anggota DPR Desak Pertamina Benahi Distribusi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:08 WIB
Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PAN Totok Daryanto

BIDIKTANGSEL.COM, JAKARTA — Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Totok Daryanto, mendesak PT Pertamina (Persero) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali.

Desakan ini menyusul persoalan antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Totok menilai, gangguan distribusi BBM tidak cukup ditangani melalui langkah darurat. Pertamina perlu mengidentifikasi akar persoalan sekaligus memperbaiki sistem penyaluran agar kejadian serupa tidak berulang.

Baca Juga: Mitos vs Fakta Oli Motor Racing untuk Harian: Bikin Mesin Lebih Kencang atau Justru Boros?

Dalam tanggapan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (18/10/2026), Totok meminta Komisi XII DPR RI mendalami persoalan tersebut, termasuk mengevaluasi kesiapan infrastruktur penyimpanan, kecukupan cadangan operasional, kelancaran transportasi BBM, serta efektivitas jaringan distribusi hingga tingkat SPBU.

“Pengawasan tidak boleh berhenti pada penanganan keadaan darurat, tetapi harus diarahkan pada pembenahan sistem agar kejadian serupa tidak terus berulang,” kata Totok.

Ia juga meminta Pertamina membuka informasi mengenai penyebab gangguan pasokan. Penjelasan diperlukan untuk memastikan apakah persoalan dipicu keterbatasan stok, kendala transportasi, kapasitas penyimpanan, atau ketidakseimbangan antara kebutuhan dan pasokan di lapangan.

Baca Juga: Pesawat Citilink QG1100 Alami Gangguan di Udara, Karding Ungkap Detik-Detik Mencekam

Menurut Totok, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam menentukan langkah korektif sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat.

Pertamina Diminta Pastikan BBM Mudah Diakses

Totok mengapresiasi upaya pemulihan pasokan yang dilakukan Pertamina. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan penanganan gangguan harus dinilai berdasarkan kondisi pelayanan yang dirasakan konsumen.

“Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah apakah masyarakat dapat memperoleh BBM dengan mudah, tanpa harus mengantre panjang dan tanpa ketidakpastian,” ujarnya.

Ia mendorong Pertamina memastikan distribusi kembali normal di seluruh SPBU yang terdampak. Jika dibutuhkan, perusahaan juga diminta memperkuat armada pengangkutan dan menyiapkan cadangan operasional untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi.

Totok menilai, ketersediaan BBM di tingkat penyimpanan tidak otomatis menjamin kebutuhan masyarakat terpenuhi apabila penyaluran menuju SPBU mengalami hambatan.

Halaman:

Tags

Terkini