Baca Juga: Kalah Sebelum Bersaing di Platform Digital? KPPU Awasi Mobil123, Carmudi, dan CARSOME
Karena itu, pengelolaan pasokan harus memperhatikan seluruh rantai distribusi, mulai dari ketersediaan stok, kesiapan sarana pengangkutan, hingga ketepatan penyaluran kepada konsumen.
Antrean BBM Bali Berpotensi Ganggu Pariwisata
Totok mengingatkan, gangguan pasokan BBM di Bali berpotensi berdampak lebih luas daripada sekadar antrean kendaraan di SPBU. Persoalan tersebut dapat memengaruhi mobilitas masyarakat, biaya transportasi, distribusi barang, serta pelayanan terhadap wisatawan.
Menurutnya, perencanaan kebutuhan energi di Bali harus mempertimbangkan karakteristik daerah sebagai destinasi wisata internasional. Perhitungan pasokan tidak cukup hanya mengacu pada jumlah penduduk, tetapi juga perlu memperhitungkan mobilitas wisatawan, operasional kendaraan pariwisata, transportasi umum, dan aktivitas ekonomi pendukung.
Baca Juga: Hiu Paus Terdampar di Pantai Parangkusumo Bantul, Upaya Kembali ke Laut Gagal
“Karena itu, sistem distribusi BBM di Bali harus memiliki tingkat keandalan yang lebih tinggi, termasuk kesiapan menghadapi lonjakan konsumsi pada musim liburan,” katanya.
Ia menilai, kepastian pasokan energi merupakan salah satu faktor pendukung kelancaran kegiatan ekonomi dan operasional usaha pariwisata. Gangguan yang berlangsung berkepanjangan berisiko menambah beban pelaku usaha dan mengganggu kenyamanan wisatawan.
Pertamina Diminta Transparan dan Bertanggung Jawab
Totok menegaskan, persoalan distribusi BBM perlu menjadi momentum bagi Pertamina untuk memperkuat sistem mitigasi risiko, meningkatkan kesiapan cadangan, serta memastikan koordinasi antarpihak berjalan efektif.
Ia meminta perusahaan tidak hanya berfokus pada pemulihan kondisi di lapangan, tetapi juga menyampaikan hasil evaluasi dan langkah perbaikan secara terbuka.
Baca Juga: Jelang 18 Oktober 2026, Pemkot Tangsel Buka Fasilitasi Sertifikasi Halal Gratis bagi UMKM
“Pertamina harus bergerak cepat, transparan, dan bertanggung jawab. Jangan sampai persoalan distribusi BBM yang seharusnya dapat diantisipasi justru menimbulkan kerugian ekonomi dan mengganggu citra Indonesia di mata dunia,” tegasnya.
Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan sistem distribusi BBM di Bali, sehingga kebutuhan energi masyarakat, sektor transportasi, dan industri pariwisata dapat terpenuhi secara lebih andal.
Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan keterangan tertulis Totok Daryanto yang diberikan kepada redaksi. Penyebab teknis gangguan pasokan, jumlah SPBU terdampak, serta penjelasan resmi Pertamina belum tercantum dalam bahan berita yang tersedia. (***)
Artikel Terkait
Romantisasi "Hustle Culture" dalam Drama "Irreplaceable": Ketika Ambisi Finansial Mengejar Kebahagiaan Akuntan
Karhutla Kaltim Belum Reda, Foto Rudy Mas’ud di Singapura Picu Sorotan Publik
DJP Banten Hadir di MPP Suvarna Sutera, Warga Kabupaten Tangerang Bisa Konsultasi Pajak di Satu Tempat
Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Denda hingga Rp2 Miliar Mengintai Pelanggar
Cara Daftar Sertifikat Halal Online 2026, UMKM Bisa Gratis, Cek Syarat dan Kuotanya