Baca Juga: Kejutan BRI di Taiwan: Yuni Akhirnya Bertemu Sang Ibu Setelah Hampir 10 Tahun Merantau
“Menurut saya pertanyaan 2029 bukan apakah KDM berani melawan Prabowo. Pertanyaan yang lebih menarik adalah apakah nanti Prabowo melihat KDM sebagai orang yang layak meneruskan estafet kepemimpinannya,” kata saya.
Bagi saya, hubungan Prabowo dan KDM menuju 2029 tidak harus dibaca sebagai potensi pertarungan.
Bisa saja hubungan tersebut justru berkembang menjadi cerita mengenai regenerasi politik.
KDM tidak perlu menjadi antitesis Prabowo untuk memiliki peluang menjadi presiden. Ia juga tidak harus memenangkan pertarungan melawan figur yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan politiknya.
Jika Prabowo maju, KDM bisa menunggu.
Jika Prabowo tidak maju, KDM sudah memiliki modal politik.
Dan jika suatu saat Prabowo memberikan kepercayaan serta restu politik kepadanya, maka skenario KDM melawan Prabowo mungkin tidak pernah terjadi.
Pada akhirnya, jalan KDM menuju 2029 mungkin bukan tentang bagaimana mengalahkan Prabowo.
Bisa jadi, jalan tersebut justru tentang bagaimana mendapatkan kepercayaan untuk meneruskan estafet kepemimpinan setelah Prabowo.
Agus Sulistriyono adalah CEO Promedia Group.
Artikel Terkait
Pilar Saga Tantang Ketua PWI Tangsel di Papan Catur, Ahmad Eko Nursanto Keluar Sebagai Pemenang
Sekolah Islam Pamulang Diduduki Puluhan Orang dan Dipasangi Kawat Berduri, Yayasan Soroti Dugaan Aksi Premanisme
TIM HUKUM: Fauzan Fadel Muhammad Jadi Korban Framing, Fakta Perkara PT GME Kini Dibuka
Konflik Lahan Legok Memanas, Komisi II DPR Beri Waktu 30 Hari untuk Cari Jalan Keluar
Ketokohan Nabi Muhammad SAW, Jejak Kepemimpinan dan Akhlak yang Terus Menginspirasi Umat Manusia