“Saya melihat KDM sebagai orang yang kuat memegang komitmen. Dia membawa nilai dan simbol budaya Sunda dalam dirinya. Karena itu, saya sulit membayangkan KDM meninggalkan Prabowo hanya karena peluang elektoralnya sedang terbuka,” kata saya.
Dalam politik, elektabilitas memang penting. Namun angka tidak selalu menjadi satu-satunya dasar seseorang mengambil keputusan.
KDM dan Prabowo: Hubungan yang Tidak Bisa Dibaca Sebatas Survei
Jika Prabowo kembali maju pada Pilpres 2029, saya memperkirakan KDM akan menghadapi ujian mengenai komitmen politiknya.
Namun, saya justru menduga KDM akan tetap berada bersama Prabowo apabila Presiden tersebut kembali mencalonkan diri.
“Kalau Prabowo masih maju, saya menduga KDM akan tetap bersama Prabowo. Elektabilitas boleh tinggi, tetapi komitmen juga punya harga,” ujar saya.
Baca Juga: Jangan Jadi “Kertas Kosong”, Benyamin Dorong Remaja Tangsel Perkuat Mental dan Karakter
Pandangan tersebut bukan berarti menutup kemungkinan terjadinya perubahan politik. Politik selalu dinamis.
Tetapi membaca KDM hanya berdasarkan peluang elektoral juga terlalu sederhana.
Dedi Mulyadi memang pernah membuat keputusan politik besar ketika meninggalkan Partai Golkar dan bergabung dengan Gerindra pada 2023. Namun, konteks keputusan tersebut berbeda dengan situasi KDM sekarang.
Karena itu, pengalaman KDM meninggalkan Golkar tidak otomatis dapat dijadikan indikator bahwa ia akan meninggalkan Gerindra ketika ada peluang politik yang lebih besar.
“Jangan samakan ketika KDM keluar dari Golkar dengan posisinya bersama Prabowo hari ini. Konteksnya sangat berbeda. Sekarang ada kepercayaan, komitmen dan perjalanan politik bersama,” kata saya.
Baca Juga: RUU Perampasan Aset Ditarget Ketok 15 Desember, Dasco: Tak Selesai Kami Mundur
Gerindra telah menjadi bagian penting dalam perjalanan politik KDM hingga berada pada posisi sekarang.
Dalam konteks tersebut, meninggalkan partai hanya karena angka survei sedang tinggi belum tentu menjadi pilihan paling rasional.
Artikel Terkait
Pilar Saga Tantang Ketua PWI Tangsel di Papan Catur, Ahmad Eko Nursanto Keluar Sebagai Pemenang
Sekolah Islam Pamulang Diduduki Puluhan Orang dan Dipasangi Kawat Berduri, Yayasan Soroti Dugaan Aksi Premanisme
TIM HUKUM: Fauzan Fadel Muhammad Jadi Korban Framing, Fakta Perkara PT GME Kini Dibuka
Konflik Lahan Legok Memanas, Komisi II DPR Beri Waktu 30 Hari untuk Cari Jalan Keluar
Ketokohan Nabi Muhammad SAW, Jejak Kepemimpinan dan Akhlak yang Terus Menginspirasi Umat Manusia