Baca Juga: Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU: “Tanpa Dukungan NU dan Muhammadiyah, Saya Tak Dapat Mandat Rakyat”
Jalan KDM ke Istana Bisa Jadi Bukan Melalui Pertarungan
Di sinilah skenario politik yang menurut saya lebih menarik muncul.
KDM sebenarnya tidak harus mengalahkan Prabowo untuk menjadi presiden.
Jika Prabowo kembali maju pada 2029, KDM dapat memilih tetap berada dalam barisan pendukungnya. Sementara itu, KDM memiliki waktu untuk memperkuat rekam jejak pemerintahan dan mempertahankan hubungan politiknya.
Namun situasinya akan berbeda apabila Prabowo memutuskan tidak maju kembali.
Dalam kondisi tersebut, peta politik Gerindra dan kekuatan politik pendukungnya akan memasuki fase regenerasi. Di titik itulah KDM berpotensi menjadi salah satu figur yang paling siap.
“KDM tidak perlu melawan Prabowo untuk menjadi presiden. Kalau Prabowo maju, dia bisa menunggu. Kalau Prabowo tidak maju, KDM sudah berada dalam posisi yang sangat siap,” ujar saya.
Baca Juga: DPR Kunci Tenggat RUU Perampasan Aset: 15 Desember 2026 Jadi Batas Pengesahan
Menurut saya, skenario ini justru memiliki logika politik yang lebih kuat.
KDM tidak perlu keluar dari Gerindra. Tidak perlu membangun kendaraan politik baru dari nol. Tidak perlu mengubah dirinya menjadi antitesis Prabowo.
Ia justru dapat membangun posisi sebagai bagian dari proses regenerasi politik.
Dalam konteks itu, restu Prabowo bisa menjadi aset politik yang jauh lebih berharga dibandingkan sekadar tiket dari kendaraan politik baru.
Jangan Sampai Elektabilitas Menjadi Bumerang
Namun, ada satu jebakan yang harus dihindari KDM: euforia survei.
Popularitas yang tinggi memang memberikan modal politik. Tetapi apabila setiap aktivitas pemerintahan di Jawa Barat terlalu cepat diterjemahkan sebagai persiapan Pilpres 2029, persepsi publik dapat berubah.
Kekuatan KDM saat ini justru lahir dari kedekatannya dengan masyarakat.
Gaya komunikasinya relatif langsung. Aktivitas lapangannya tinggi. Media sosial juga membuat publik merasa memiliki akses yang lebih dekat terhadap sosok dan aktivitas kepemimpinannya.
Artikel Terkait
Pilar Saga Tantang Ketua PWI Tangsel di Papan Catur, Ahmad Eko Nursanto Keluar Sebagai Pemenang
Sekolah Islam Pamulang Diduduki Puluhan Orang dan Dipasangi Kawat Berduri, Yayasan Soroti Dugaan Aksi Premanisme
TIM HUKUM: Fauzan Fadel Muhammad Jadi Korban Framing, Fakta Perkara PT GME Kini Dibuka
Konflik Lahan Legok Memanas, Komisi II DPR Beri Waktu 30 Hari untuk Cari Jalan Keluar
Ketokohan Nabi Muhammad SAW, Jejak Kepemimpinan dan Akhlak yang Terus Menginspirasi Umat Manusia